Kepala BNN Ajak Mahasiswa Trisakti Berperan Aktif dalam Pencegahan Narkotika

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengajak mahasiswa untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi meningkatnya peredaran gelap serta modus baru penyalahgunaan narkotika. Dalam kesempatan yang berlangsung pada Jumat, 4 September, Suyudi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan narkotika.
Ancaman Narkotika yang Terus Berkembang
Menurut Komjen Pol. Suyudi, ancaman narkotika terus beradaptasi dan menargetkan generasi muda dengan berbagai cara yang semakin canggih. Hal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama institusi pendidikan yang berperan dalam membentuk karakter dan pola pikir mahasiswa.
Data Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada periode 2023–2025, terungkap bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen, yang setara dengan 4,15 juta orang dari populasi usia produktif. Kelompok usia 15 hingga 24 tahun mencatat prevalensi tertinggi, yaitu 2,53 persen.
Data ini menunjukkan bahwa generasi muda menjadi target utama dalam penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan harus diperkuat untuk melindungi mereka dari pengaruh buruk ini.
Modus Penyalahgunaan Narkotika yang Baru
Suyudi menjelaskan bahwa salah satu modus baru yang perlu diwaspadai adalah penyalahgunaan vape. Fenomena ini semakin marak dan menjadi salah satu cara baru bagi pengguna untuk mengakses narkotika.
Temuan Laboratorium BNN
Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.745 sampel cairan vape, dan hasilnya menunjukkan bahwa 1.716 sampel positif mengandung narkotika atau narkotika jenis baru (NPS). Menariknya, sebanyak 1.552 sampel, atau sekitar 88,9 persen, terdeteksi mengandung etomidate, yang merupakan zat yang berpotensi sangat berbahaya.
Membangun Ekosistem Kampus yang Sehat
Kepala BNN menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas. Ini bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika.
Suyudi menyatakan bahwa menciptakan kampus bebas narkoba tidak hanya bisa dicapai melalui peraturan, tetapi juga melalui budaya saling menjaga, keberanian untuk menolak narkotika, serta kepedulian terhadap sesama. Edukasi dan layanan bantuan juga menjadi aspek penting dalam upaya ini.
Integrasi Nilai Tri Krama Trisakti
Dia menambahkan bahwa nilai-nilai Tri Krama Trisakti—takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif—dapat dijadikan landasan bagi mahasiswa untuk membangun integritas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Nilai-nilai ini harus dijadikan pedoman dalam setiap langkah mahasiswa di kampus.
Menuju Indonesia Emas 2045
Menurut Suyudi, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai dengan adanya generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ancaman narkotika.
Peran Kolaborasi dalam Pencegahan Narkotika
Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan oleh BNN adalah dengan berpartisipasi sebagai narasumber dalam kuliah umum yang merupakan bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026, yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus. Ini adalah upaya untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru tentang bahaya narkotika dan pentingnya pencegahan.
Program Ananda Bersinar
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN memperkenalkan program Ananda Bersinar, yang merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Program ini didukung oleh lima pilar utama, yaitu pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Pesan untuk Mahasiswa Baru
Suyudi juga menyampaikan tiga pesan penting kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti: jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus. Pesan ini sejalan dengan tema PKKMB Universitas Trisakti 2026, yaitu Inovasi Tiada Henti, Eksplorasi Tanpa Batas, Berakar pada Tri Krama Trisakti.
Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Mahasiswa diharapkan untuk menjadi agen perubahan, kontrol sosial, dan pemimpin masa depan yang mampu membangun budaya kampus yang sehat. Mereka juga diharapkan untuk melawan narasi digital yang menormalisasi penyalahgunaan zat yang merugikan.
Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam pencegahan narkotika, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat membangun Indonesia yang bersih dari narkotika dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
➡️ Baca Juga: Lintasan Jembatan Tumen: Jalur Kereta Api Strategis Antara Rusia dan Korea Utara
➡️ Baca Juga: Wali Kota Samarinda Sewa Mobil Rp 160 Juta/Bulan, Ini Penggunaan Anggarannya