Workshop Pelatihan Keselamatan di Kapal Pelni oleh Kemenhub Tingkatkan Budaya Keselamatan Pelayaran

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dari Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk memperkuat budaya keselamatan di sektor pelayaran. Mereka melaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat di laut, sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki tata kelola secara menyeluruh di bidang transportasi laut.
Workshop Pelatihan Keselamatan di Kapal Pelni
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mengadakan Workshop Pelatihan Keselamatan di atas kapal KM Kelud. Pelatihan ini dilaksanakan selama perjalanan kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan kepada awak kapal mengenai keselamatan pelayaran.
Selain KM Kelud, workshop serupa juga telah diadakan di beberapa kapal Pelni lainnya, termasuk KM Nggapulu, KM Tidar, dan KM Doro Londa. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kemenhub dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan awak kapal dalam hal keselamatan.
Peserta dan Tujuan Pelatihan
Kegiatan workshop ini melibatkan perwira, Anak Buah Kapal (ABK), serta personel terkait lainnya. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memastikan bahwa manajemen perusahaan dan seluruh awak kapal memiliki pemahaman yang mendalam serta keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat-alat keselamatan sesuai dengan standar maritim internasional.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyatakan bahwa pelatihan yang dilakukan secara langsung di atas kapal yang sedang berlayar atau on-board training memberikan pengalaman nyata bagi para peserta dalam menghadapi berbagai kondisi operasional dan risiko keselamatan yang mungkin terjadi di laut.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap awak kapal tidak hanya memahami prosedur keselamatan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dengan cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” jelas Samsuddin.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Kompetensi Awak Kapal
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal merupakan elemen kunci dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di sektor transportasi laut. Kesiapan awak kapal dalam menghadapi berbagai situasi darurat sangatlah penting untuk memastikan keselamatan pelayaran.
“Kami berharap hasil dari workshop ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap jaminan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran,” tutupnya.
Materi Pelatihan yang Diberikan
Rangkaian workshop ini mencakup pembekalan teori dan simulasi praktik langsung di atas kapal. Materi yang diajarkan meliputi:
- Prosedur Tanggap Darurat (Emergency Response)
- Prosedur Navigasi dan Komunikasi dalam Situasi Kritis
- Simulasi Penggunaan Alat Keselamatan Kapal (Life-Saving Appliances)
- Peluncuran Sekoci dan Rakit Penolong (Liferaft)
- Penggunaan Jaket Pelampung secara Efektif
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang penanggulangan kebakaran melalui simulasi kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pemadam kebakaran di kapal. Pelatihan ini sangat penting, mengingat risiko kebakaran adalah salah satu ancaman besar yang dapat terjadi di laut.
Manfaat dan Harapan dari Workshop
Pelatihan yang dilakukan di atas kapal tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang sangat berharga. Hal ini memungkinkan para peserta untuk lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di laut.
Diharapkan, dengan pelatihan yang intensif ini, setiap awak kapal dapat merespons dengan cepat dan tepat saat menghadapi keadaan darurat. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal, serta menjaga reputasi perusahaan pelayaran.
Dengan adanya workshop pelatihan keselamatan kapal Pelni ini, Kementerian Perhubungan menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan standar keselamatan di sektor pelayaran. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan pelayaran lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan mereka.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, workshop pelatihan keselamatan kapal Pelni adalah langkah signifikan menuju peningkatan keselamatan di laut. Dengan fokus yang kuat pada kesiapsiagaan dan kompetensi awak kapal, Kemenhub berusaha untuk menciptakan lingkungan pelayaran yang lebih aman dan terpercaya.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan dengan pelatihan yang tepat, setiap individu di atas kapal dapat berkontribusi untuk menjaga keselamatan pelayaran. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut dan melahirkan generasi awak kapal yang lebih siap dan kompeten dalam menghadapi tantangan di laut.
➡️ Baca Juga: Pep Guardiola Raih Trofi ke-19 Setelah Kalahkan Arsenal di Wembley dengan Strategi Juara City
➡️ Baca Juga: Sheila Dara Terima ‘Trophy The Survival’ dari Mertua Usai Setia Dampingi Vidi Aldiano