Peringati HUT ke-81 RI, Bupati Bandung Soroti Semangat Gotong Royong di Tengah TKD Berkurang

— Paragraf 1 —
Jabar Ekspres – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyoroti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam membangun daerah di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
— Paragraf 2 —
Hal itu disampaikan Dadang saat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2026).
— Paragraf 3 —
Dadang mengaku terharu melihat masyarakat tetap aktif berkolaborasi melalui program pentahelix, meski anggaran daerah mengalami pengurangan sekitar Rp1 triliun.
— Paragraf 4 —
“Saya merasa sangat terharu manakala TKD kita berkurang, tapi semangat masyarakat dalam melaksanakan program pentahelix ini sudah luar biasa,” ujar Dadang.
— Paragraf 5 —
Salah satu bentuk gotong royong tersebut terlihat dalam kegiatan normalisasi sungai. Dadang menyebut normalisasi dilakukan di sejumlah titik, termasuk Sungai Cisungalah sepanjang sekitar 5 kilometer, Sungai Citarum, dan anak-anak sungainya.
— Paragraf 6 —
Ia memperkirakan total normalisasi yang telah dilakukan mencapai sekitar 30 kilometer. Jika dikonversikan dalam anggaran, pekerjaan tersebut bernilai hingga ratusan miliar rupiah.
— Paragraf 7 —
“Ini salah satu bentuk syukur saya kepada Allah SWT manakala masyarakat dengan adanya pentahelix ini terbangun sifat gotong royongnya,” katanya.
— Paragraf 8 —
Menurut Dadang, kolaborasi antara masyarakat, TNI, Polri, dan Forkopimda menjadi kekuatan penting dalam pembangunan Kabupaten Bandung.
— Paragraf 9 —
“TNI, Polri, Forkopimda kompak, sehingga alhamdulillah sesulit apapun, kalau walaupun anggaran kita ada sedikit pengurangan ya, atau Rp1 triliun kurang lebih, ini tetapi semangat masyarakat dalam membangun daerah sangat luar biasa,” ucapnya.
— Paragraf 10 —
Selain gotong royong, Dadang mengatakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program pemerintah.
— Paragraf 11 —
Ia menyebut Pemkab Bandung bersama Bapenda terus mendorong kesadaran pelaku usaha, termasuk pemilik hotel dan restoran, untuk meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
— Paragraf 12 —
“Kenapa? Karena tanpa ada pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah, saya kira tidak bisa menggaji P3K atau P3K paruh waktu dan termasuk program-program yang lainnya,” tuturnya.
— Paragraf 13 —
Dadang menilai kolaborasi tersebut menjadi salah satu makna kemerdekaan karena membangun rasa memiliki masyarakat terhadap daerah.
— Paragraf 14 —
“Dan inilah satu kolaborasi, dan inilah hakikat kemerdekaan. Sehingga rasa memiliki, membangun sama-sama, mendorong, sehingga manfaatnya sangat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.
➡️ Baca Juga: BCF Sebagai Panggung Kreativitas, Menteri Ekraf: Tunjukkan Potensi Anak Muda Banten
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Proses Inovasi untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumen