Bantuan Logistik Melalui Udara dan Laut, BNPB dan Ombudsman Pastikan Hak Pengungsi Terpenuhi

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menjalin kerjasama dengan Ombudsman Republik Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan dalam pelayanan publik terkait penanganan pascabencana akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), serta pemulihan dari banjir di Sumatra. Kerjasama ini diumumkan pada hari Kamis, 3 September.
Peran BNPB dan Ombudsman dalam Penanganan Bencana
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa proses penanggulangan bencana dilakukan dengan transparansi, akuntabilitas, responsif, dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
“Masukan dan pemantauan dari Ombudsman akan digunakan sebagai bahan evaluasi bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Fungsi Pengawasan Ombudsman
Ombudsman RI, sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, secara aktif memantau kualitas layanan yang diberikan dalam situasi kebencanaan. Ini mencakup akses masyarakat terhadap bantuan, layanan dasar, serta mekanisme pengaduan yang tersedia, serta bagaimana pemerintah menanggapi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Dalam konteks penanganan bencana, kerjasama antara BNPB dan Ombudsman diarahkan untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan layanan yang cepat, tepat, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif sesuai dengan kebutuhan mereka.
Koordinasi untuk Meningkatkan Efektivitas Penanganan Bencana
Koordinasi dan pemantauan yang dilakukan oleh kedua lembaga ini dianggap sangat penting untuk menjamin seluruh proses penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Setiap tahap proses tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan kepentingan masyarakat yang terkena dampak. Hal ini bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung dengan transparan, akuntabel, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
Dampak Gempa di NTT
Sebagai informasi tambahan, hingga tanggal 1 September, gempa berkekuatan 7,7 di NTT telah mengakibatkan 127 orang kehilangan nyawa, 1.668 orang mengalami luka-luka, dan 181.354 jiwa terpaksa mengungsi. Selain itu, sebanyak 97.215 rumah dan 1.853 fasilitas umum mengalami kerusakan di tujuh kabupaten yang terdampak.
Gempa susulan yang terjadi telah tercatat lebih dari 10 ribu kali, meskipun menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Meskipun demikian, kondisi tersebut masih memengaruhi psikologis masyarakat, sehingga banyak di antara mereka yang memilih untuk mengungsi secara mandiri. Seiring berkurangnya aktivitas gempa, banyak warga yang mulai kembali ke rumah mereka masing-masing.
Distribusi Bantuan Logistik Pengungsi
BNPB terus berupaya melakukan distribusi bantuan logistik berdasarkan data kebutuhan yang diperoleh dari setiap posko lapangan. Hingga saat ini, setidaknya 1.381,6 ton bantuan logistik telah disalurkan melalui Posko Aju Labuan Bajo dan Maumere.
Strategi Mobilisasi Bantuan
Untuk mencapai daerah-daerah yang sulit diakses, BNPB juga memanfaatkan berbagai sarana mobilisasi dengan mengerahkan armada darat, laut, dan udara, termasuk truk, motor trail, helikopter, serta Kapal Republik Indonesia.
- Pendistribusian bantuan logistik yang cepat dan tepat waktu
- Penggunaan armada yang bervariasi untuk menjangkau daerah terpencil
- Koordinasi antara BNPB dan Ombudsman untuk pengawasan yang lebih baik
- Monitoring terhadap kualitas pelayanan kebencanaan
- Transparansi dalam proses penanganan bencana
Kolaborasi antara BNPB dan Ombudsman diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola dalam pelayanan kebencanaan, memastikan bahwa mekanisme pengaduan berjalan dengan efektif, serta menjamin bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
➡️ Baca Juga: Kemnaker Mendorong Perusahaan Terapkan WFA Menjelang Nyepi dan Idulfitri 2026, Ketahui Aturannya
➡️ Baca Juga: IHSG Membuka Dengan Penguatan ke 7.443, Tanda-Tanda Rebound Teknis Mulai Tampak