Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

slot depo 10k slot depo 10k
Berita

Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Siap Cetak Pemimpin Masa Depan

Pada tanggal 14 Agustus 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melaksanakan kunjungan ke Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan dukungan dan perhatian terhadap generasi muda, khususnya para pramuka yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Motivasi untuk Calon Pemimpin Masa Depan

Di tengah kesibukannya, Ahmad Luthfi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Gerakan Pramuka Jateng, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan semangat kepada kontingen Pramuka Penggalang asal Jateng. Ia menekankan pentingnya pengalaman yang didapat selama Jamnas sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan.

“Adik-adik yang hadir di sini, kalian adalah calon pemimpin yang diharapkan bisa membawa perubahan positif di Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing. Selama di sini, kalian akan belajar untuk menjadi mandiri, terampil, dan kreatif, serta memiliki motivasi yang tinggi agar bisa membanggakan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Luthfi saat memberikan sambutan motivasi.

Menanamkan Nilai-nilai Kepramukaan

Gubernur Luthfi menekankan bahwa para penggalang harus bisa mempraktikkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan prinsip-prinsip kepramukaan. Ia mengingatkan bahwa kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, baik secara individu maupun kelompok, merupakan bagian integral dari pembelajaran kepramukaan.

“Penting bagi kalian untuk menunjukkan tindakan, perilaku, dan tutur kata yang baik. Ini menjadi cerminan dari apa yang kalian pelajari dalam kegiatan kepramukaan,” tambahnya.

Kesempatan Bersosialisasi dan Berbagi Pengalaman

Ahmad Luthfi melihat Jamnas sebagai momen strategis untuk bersosialisasi dengan perwakilan dari provinsi lainnya di seluruh Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan keunikan dan keunggulan daerah mereka masing-masing.

“Jangan ragu untuk menceritakan tentang Jawa Tengah, kabupaten, dan kota asal kalian. Kalian adalah duta-duta dari provinsi ini, jadi tunjukkan yang terbaik,” pesannya kepada para peserta pramuka.

Interaksi Hangat dengan Peserta

Dalam suasana yang hangat, Ahmad Luthfi juga mengadakan dialog dengan para Pramuka Penggalang dari Jawa Tengah. Beliau yang dikenal dekat dengan anak-anak, memberikan pelukan kepada perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus serta Pramuka Penggalang lainnya. Tidak ketinggalan, beliau juga meluangkan waktu untuk berfoto bersama dan memberikan tanda tangan kepada para peserta.

Jumlah Kontingen yang Menggembirakan

Slamet Budi Prayitno, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, menginformasikan bahwa kontingen Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam Jamnas ke-XII ini terdiri dari sekitar 1.488 orang. Komposisi tersebut meliputi 1.208 Pramuka Penggalang dari tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan 1 Dokter Kontingen. Para peserta ini berasal dari seluruh pelosok Jawa Tengah dan telah menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan sebelumnya.

“Seperti yang disampaikan oleh Gubernur, adik-adik Pramuka ini juga berperan sebagai duta Jawa Tengah untuk mengenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki daerah kita,” jelas Budi.

Pendidikan Kepramukaan untuk Masa Depan

Budi menambahkan bahwa pendidikan kepramukaan dibagi menjadi dua aspek penting. Pertama, adalah keterampilan kepramukaan atau scouting skill yang lebih menekankan pada pendidikan karakter dan pengembangan soft skill, sehingga peserta dapat beradaptasi dan tangguh di berbagai situasi. Kedua, adalah life skill yang mencakup keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

  • Pendidikan karakter dan soft skill
  • Keterampilan untuk bekal hidup
  • Cinta tanah air
  • Wawasan kebangsaan
  • Kemandirian dan kreativitas

Dengan pendekatan ini, Gerakan Pramuka tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya wawasan kebangsaan.

Peran Pramuka dalam Mencetak Generasi Emas

Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII menjadi ajang yang sangat penting bagi Gerakan Pramuka untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan jiwa kepemimpinan. Ahmad Luthfi percaya bahwa pengalaman yang didapat di Jamnas akan menjadi fondasi yang kokoh bagi masa depan para peserta.

“Kami berharap para pramuka ini tidak hanya menjadi pemimpin di lingkungan mereka, tetapi juga bisa menginspirasi orang lain untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat,” tutup Luthfi dengan penuh harapan.

Dengan demikian, Jamnas ke-XII bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah pembelajaran berharga bagi generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui pelatihan dan pengalaman yang mereka dapatkan, para pramuka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang positif di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Arsenal Memimpin Enam Poin di Liga Inggris Setelah Kalahkan Fulham 3-0

➡️ Baca Juga: Cek Penerima Bansos 2026 Terbaru dengan NIK Anda Sekarang Juga

Related Articles

Back to top button