IHSG Membuka Dengan Penguatan ke 7.443, Tanda-Tanda Rebound Teknis Mulai Tampak

Selasa pagi ini, IHSG mengawali perdagangan dengan tren positif. Indeks saham terbesar di Indonesia ini menguat 105,68 poin atau 1,44 persen, mencapai 7.443,05. Kenaikan ini merupakan indikasi dari potensi pemulihan setelah IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya. Selain itu, indeks saham unggulan LQ45 juga tercatat mengalami peningkatan. Saat pembukaan perdagangan, indeks yang berisikan 45 saham berkapitalisasi besar ini menguat 9,98 poin atau 1,33 persen, berada di posisi 760,56.
Dibalik penguatan IHSG, terdapat pengaruh kuat dari sentimen global, khususnya dari Wall Street yang menutup perdagangan dengan keadaan menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,50 persen dan berada di level 47.740,80. Sementara itu, indeks S&P 500 juga mengalami peningkatan, ditutup menguat 0,83 persen di level 6.795,99. Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan tertinggi, yaitu 1,38 persen, dan berada di level 22.695,94.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, Senin, 9 Maret 2026, IHSG mengalami penurunan cukup besar. Indeks tersebut ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 dan bahkan sempat merosot hingga ke level 7.156 pada perdagangan intraday. Penurunan tersebut disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia. Dampaknya, harga minyak dunia naik signifikan hingga menembus angka US$100 per barel.
Situasi ini juga memperkuat kekhawatiran terhadap kondisi APBN Indonesia yang berpotensi terkena dampak dari kenaikan subsidi energi. Hal ini diungkapkan oleh analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian yang dipublikasikan pada Selasa, 10 Maret 2026. Sentimen domestik juga dipengaruhi oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari yang tercatat di level 125,2.
Namun, meskipun IHSG sempat tertekan, analis menyatakan bahwa indeks ini memiliki peluang untuk melakukan rebound teknis pada sesi perdagangan berikutnya. Potensi pemulihan ini didukung oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penurunan harga minyak dunia setelah adanya rencana dari negara-negara G7 untuk melepaskan cadangan minyak strategis mereka. Di samping itu, beberapa saham di pasar juga sudah berada di area support dan kondisi oversold, yang secara teknikal menciptakan peluang untuk penguatan.
Dalam konteks teknikal, support IHSG berada di level 7.200–7.300 dengan resistance di level 7.400–7.500. Sementara itu, pasar juga menantikan rilis data Retail Sales Indonesia. Beberapa saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan pada perdagangan selanjutnya antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
➡️ Baca Juga: Tim SAR Lakukan Evakuasi Korban Longsor di TPST Bantargebang Secara Profesional
➡️ Baca Juga: Donny Ermawan Wamenhan Menjamin Keamanan Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah Meningkat