Donny Ermawan Wamenhan Menjamin Keamanan Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah Meningkat

Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, memberikan jaminan bahwa keadaan keamanan di Indonesia tidak terganggu, meski konflik di Timur Tengah semakin memanas. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam suatu acara bazar Idul Fitri yang digelar di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada tanggal 10 Maret 2026.
Meski dunia sedang dihantui oleh kerusuhan, keamanan Indonesia tetap terjaga.
Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto menekankan perbedaan situasi yang sangat mencolok antara Indonesia dan wilayah yang sedang mengalami konflik. “Beruntunglah kita, di Indonesia masih bisa merasakan ketenangan. Perbedaannya sangat jauh jika dibandingkan dengan situasi di Timur Tengah saat ini, yang berdampak pada keberlangsungan Ramadhan,” kata Donny.
Donny berpendapat bahwa kondisi aman yang dirasakan ini adalah anugerah dari Tuhan yang seharusnya kita syukuri. Ia juga memberikan apresiasi terhadap Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pertahanan yang setiap tahunnya mengadakan bazar Idul Fitri. “Saya juga ingin mengapresiasi DWP Kemhan yang telah memprakarsai bazar tahun ini, yang merupakan tradisi tahunan. Ini juga adalah anugerah yang harus kita syukuri,” ungkapnya, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada DWP Kementerian Pertahanan dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan acara tersebut.
Konflik di Timur Tengah semakin memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wamenhan berdasarkan situasi di Timur Tengah yang semakin memanas, terutama setelah Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi. Setelah serangan tersebut, Israel segera menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.
Menurut The Guardian, penutupan wilayah udara oleh Israel merupakan upaya antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran melalui drone dan rudal. Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut diprakarsai untuk mengeliminasi ancaman terhadap negaranya.
Di sisi lain, Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran. Berdasarkan laporan dari Associated Press, serangan tersebut terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Amerika Serikat (AS) juga dikabarkan terlibat dalam serangan tersebut, seperti yang dikemukakan oleh beberapa pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. Serangan ini terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan Dampaknya
Situasi di Iran semakin tegang setelah kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, detail mengenai penyebab atau kronologi kematiannya belum diumumkan secara resmi.
Sebagai akibat dari kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung nasional.
➡️ Baca Juga: Update Harga iPhone 13 Bekas Terkini di Maret 2026: THR Berkurang, Bagaimana Dampaknya?
➡️ Baca Juga: Penyelesaian Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Lesti Kejora dan Alasan Dibaliknya