Ruben Onsu Tampilkan Rekaman CCTV Sarwendah: Buktikan Kebenaran Secara Langsung!

Jakarta – Ruben Onsu baru-baru ini membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan asisten Sarwendah, Manda, mengeluarkan sebuah amplop dari tas merah dan menyerahkannya kepada orang lain. Dalam video tersebut, Ruben menduga bahwa amplop yang ditransaksikan berisi uang dengan nilai sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta. Hal ini menyebabkan Ruben mempertanyakan siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut. Video ini diunggahnya ke media sosial pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, dan menjadi sorotan publik.

Analisis Rekaman CCTV Sarwendah

Dalam unggahan tersebut, Ruben menyoroti gerakan Manda yang dianggap mencurigakan. Ia secara langsung mempertanyakan isi amplop dan identitas penerima. “Hayo Manda, apa yang kau ambil? Siapa saja yang ada di sana? Dan amplop itu diberikan kepada siapa?” tulisnya dalam keterangan video. Ia juga menambahkan, “Jika diperhatikan dengan seksama, nilainya bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta. Ini serius, di saat kita selalu berbicara tentang perdamaian, tetapi tindakan seperti ini malah merendahkan status seorang ayah!”

Ruben mengungkapkan bahwa selama ini ia berusaha untuk bersikap tenang meskipun merasa menjadi sasaran kritik dan sindiran dari berbagai pihak. Menurutnya, berbagai konten yang beredar di media sosial telah melampaui batas kesabarannya, sehingga ia merasa perlu untuk memperlihatkan rekaman CCTV tersebut kepada publik.

Konteks Konflik Hak Asuh Anak

Melalui unggahan tersebut, Ruben tidak hanya membahas dugaan pengambilan uang, tetapi juga menyentuh isu persidangan hak asuh anak yang sedang berjalan antara dirinya dan Sarwendah. Ia menegaskan bahwa rekaman CCTV yang dimilikinya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. “Jangan panik terkait sidang hak asuh. Eksploitasi anak itu tidak tertulis, tetapi jejak digital yang ada menunjukkan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menjadikan anak saya sebagai senjata dalam konflik yang berbalut kepentingan,” tegasnya.

Kekecewaan Ruben terhadap Hubungan dengan Anak

Dalam unggahan itu, Ruben juga mengekspresikan kekecewaannya mengenai hubungan dengan anak-anaknya. Ia menduga ada informasi negatif yang disampaikan kepada anak-anak mengenai dirinya, yang berpotensi memengaruhi kedekatan mereka. “Jangan sibuk mencari kesalahan saya, saya juga manusia yang memiliki kekurangan. Namun, jangan lupa untuk bercermin, karena kesalahan yang kalian buat dapat menjauhkan anak dari saya akibat ucapan kalian,” ungkap Ruben dengan nada emosional.

Masalah Tanggung Jawab Finansial

Ruben juga mengungkapkan ketidakpuasan terhadap pihak-pihak yang menuntut pemenuhan kewajiban finansial, sementara di sisi lain berusaha merusak citranya sebagai ayah dan pekerja. “Jangan memutarbalikkan fakta. Kalian ingin uang tanggung jawab, tetapi pada saat yang sama ingin menghancurkan reputasi saya sebagai seorang ayah yang bekerja keras,” kritiknya tajam.

Konflik Berkepanjangan dengan Sarwendah

Unggahan ini muncul di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara Ruben dan Sarwendah setelah perceraian mereka pada tahun 2024. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan perceraian mereka pada 24 September 2024. Sejak saat itu, perselisihan mengenai biaya kebutuhan anak dan hak untuk bertemu dengan anak-anak menjadi semakin kompleks. Sarwendah sebelumnya telah mengeluhkan masalah tanggung jawab finansial yang diemban Ruben, sementara Ruben merasa kesulitan untuk mendapatkan waktu berkualitas dengan anak-anak sesuai kesepakatan yang ada.

Proses Hukum dan Hak Asuh Anak

Konflik mengenai hak asuh anak akhirnya dibawa ke jalur hukum, di mana Ruben mendaftarkan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026. Menurut kuasa hukumnya, Minola Sebayang, hingga saat ini belum ada putusan resmi dari pengadilan mengenai hak asuh anak. Anak-anak diketahui tinggal bersama Sarwendah berdasarkan kesepakatan di luar pengadilan.

Ruben juga pernah menyampaikan keberatannya terhadap aktivitas anak-anak di media sosial dan mengkhawatirkan dampak dari konflik antara dirinya dan Sarwendah terhadap mental dan emosional anak-anak. “Saya ingin agar anak-anak saya terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh konflik ini,” katanya.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Setelah unggahan tersebut, banyak warganet yang memberikan reaksi beragam. Beberapa mendukung Ruben dan menilai tindakannya sebagai langkah berani untuk membela diri, sementara yang lainnya menyayangkan cara ia menangani masalah ini di depan publik. Reaksi ini menggambarkan bagaimana media sosial dapat menjadi ladang pertempuran bagi berbagai pendapat dan pandangan, terutama dalam kasus-kasus publik yang melibatkan selebritas.

Respons Sarwendah

Sementara itu, Sarwendah juga tidak tinggal diam. Ia mengunggah hasil tes medis yang menunjukkan bahwa dirinya bebas dari penyakit yang dituduhkan oleh Ruben dalam salah satu komentarnya. Hal ini menambah kompleksitas dari konflik yang sudah berlangsung lama antara keduanya. Sarwendah berusaha untuk membela dirinya dan menjelaskan situasinya kepada publik.

Menyikapi Isu Kontroversial

Kehidupan pribadinya yang terpapar di media sosial membuat Ruben merasa terbebani. Ia merasa perlu untuk berbicara dan mengungkapkan pandangannya agar tidak terus-menerus disalahpahami. “Saya merasa perlu untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya agar tidak ada lagi yang salah paham tentang saya,” ucapnya.

Dalam situasi yang penuh tekanan ini, Ruben berusaha untuk tetap fokus pada kesejahteraan anak-anaknya. Ia berharap agar konflik ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik, tanpa harus melibatkan anak-anak dalam pertikaian orang dewasa. “Anak-anak harus tetap menjadi prioritas saya, apapun yang terjadi,” tuturnya.

Menghadapi Tantangan di Depan

Ruben Onsu kini berhadapan dengan tantangan yang tidak mudah. Meski konflik ini tampak rumit, ia berkomitmen untuk mencari solusi terbaik untuk semua pihak yang terlibat. Ia pun berharap agar masyarakat bisa lebih memahami situasi yang sebenarnya dan tidak cepat mengambil kesimpulan dari satu sisi saja.

Dengan dukungan dari penggemar dan orang-orang terdekatnya, Ruben yakin bisa melewati masa-masa sulit ini. Ia berharap agar rekaman CCTV dan pernyataannya bisa memberikan kejelasan dan keadilan dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

➡️ Baca Juga: Pendaftaran Resmi Kuliah Gratis S2-S3 di GIST Korea untuk Musim Semi 2027 Dibuka

➡️ Baca Juga: Kemenkes Kolaborasi dengan UEA untuk Selenggarakan Operasi Mata Gratis bagi Masyarakat

Exit mobile version