Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK saat Pertandingan Persija vs Persib

Jakarta – Pertandingan seru antara Persija Jakarta dan Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada hari Sabtu, 12 September 2026, diprediksi akan menyebabkan lonjakan volume lalu lintas di sekitar area stadion. Dalam rangka mengatasi potensi kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Pengaturan ini mulai diterapkan pada pukul 15.30 WIB hingga pertandingan berakhir. Dishub DKI juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk menghindari beberapa ruas jalan di sekitar GBK dan menyesuaikan perjalanan mereka dengan peraturan lalu lintas yang berlaku. Informasi resmi terkait hal ini dapat diakses melalui akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta.
Jalur Alternatif untuk Menghindari Kemacetan
Bagi pengendara yang datang dari arah Blok M dan ingin menuju Tanah Abang atau Slipi, terdapat jalur alternatif yang bisa ditempuh. Rute yang disarankan meliputi:
- Jalan Panglima Polim
- Jalan Kyai Maja
- Jalan Sultan Iskandar Muda, dengan putar balik di depan Gandaria City
- Jalan Teuku Nyak Arief
- Jalan Tentara Pelajar
Setelah melewati jalur-jalur tersebut, pengendara dapat melanjutkan perjalanan ke Jalan Penjernihan atau Jalan Letjen S. Parman.
Sementara itu, kendaraan yang bergerak dari Blok M menuju kawasan Timur atau Kampung Melayu dapat menggunakan rute yang mencakup:
- Jalan Trunojoyo
- Jalan Wolter Monginsidi
- Jalan Gunawarman
- Jalan Senopati
- Jalan Suryo
Apabila Anda sedang dalam perjalanan dari Tanah Abang menuju Blok M, rute yang disarankan adalah:
- Jalan K.H. Mas Mansyur
- Jalan Penjernihan
- Jalan Penjompongan
- Jalan Tentara Pelajar
- Jalan Teuku Nyak Arief
Pengendara yang bergerak dari arah Slipi menuju Blok M dapat melintasi:
- Jalan Letjen S. Parman
- Jalan Tentara Pelajar
- Jalan Teuku Nyak Arief
- Jalan Pakubuwono VI
- Jalan Bumi
Adapun bagi pengendara yang bergerak dari Slipi menuju Tebet, disarankan untuk melalui:
- Jalan S. Parman
- Jalan Pejompongan
- Jalan Penjernihan
- Jalan R.M. Margono
- Jalan Galunggung
Untuk perjalanan dari Tebet ke Slipi, rute yang dapat dipilih adalah:
- Jalan Kapten Tendean
- Jalan Wolter Monginsidi
- Jalan Trunojoyo
- Jalan Kyai Maja
- Jalan Sultan Iskandar Muda
Informasi Parkir dan Transportasi Umum untuk Penonton
Dishub DKI Jakarta juga telah menyiapkan 10 titik kantong parkir di sekitar kawasan GBK, dengan total kapasitas mencapai 1.957 mobil dan 8.229 sepeda motor. Lokasi-lokasi parkir tersebut mencakup:
- Parkir Plaza Tenggara
- Parkir Plaza Selatan
- Parkir Istora
- Parkir Elevated Sisi Selatan dan Utara
- Parkir Akuatik
Untuk penonton yang menggunakan kendaraan pribadi, sangat disarankan untuk memanfaatkan lokasi parkir resmi dan tidak memarkir kendaraan sembarangan di bahu jalan. Dalam upaya mengurangi kepadatan lalu lintas, masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan transportasi umum sebagai alternatif.
Beberapa opsi transportasi umum yang dapat digunakan adalah layanan Transjakarta, dengan titik pemberhentian di Halte Senayan Bank Jakarta dan Halte Gelora Bung Karno 2. Selain itu, MRT Jakarta juga tersedia dengan akses yang mudah, di mana penumpang dapat turun di Stasiun Istora Mandiri. Layanan MRT pada rute Lebak Bulus hingga Bundaran HI akan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB pada hari pertandingan.
Pengaturan Lalu Lintas dan Arahan untuk Pengendara
Dengan adanya rekayasa lalu lintas yang diterapkan, masyarakat yang tidak memiliki tujuan ke kawasan GBK sangat dianjurkan untuk menghindari area di sekitar stadion selama masa pengaturan berlangsung. Bagi pengendara yang tetap melintas, diharapkan untuk mematuhi arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan. Keberadaan petugas ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisir potensi kemacetan yang mungkin terjadi.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dapat berlangsung dengan lancar, tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi pengguna jalan lainnya. Perhatian dan kerjasama dari masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif, baik bagi penonton pertandingan maupun pengguna jalan di sekitar kawasan GBK.
Dengan pengaturan yang matang dan pengelolaan lalu lintas yang tepat, diharapkan semua pihak dapat menikmati momen bersejarah dalam dunia sepak bola Indonesia dengan lebih nyaman dan aman.
➡️ Baca Juga: Manchester United Tetapkan Harga Tinggi untuk Andre Onana, Trabzonspor Mundur dari Persaingan
➡️ Baca Juga: Rekrutmen Pegawai Pemerintah Harus Utamakan Kemampuan, Bukan Gaji Rp50 Juta