Pertarungan antara Prancis dan Belgia di Stade de France pada Selasa (6/10) dini hari WIB menjadi salah satu momen penting bagi kedua tim dalam ajang UEFA Nations League. Pelatih tim nasional Prancis, Zinedine Zidane, menghadapi tantangan besar dalam debutnya di kandang sendiri. Kemenangan dalam pertandingan ini sangat krusial untuk menjaga posisi Prancis di puncak Grup 1 Liga A, sekaligus membuktikan bahwa perubahan kepelatihan memberikan dampak positif.
Perjalanan Prancis di Bawah Zidane
Sejak Zidane mengambil alih kursi kepelatihan dari Didier Deschamps, Prancis belum sekalipun merasakan kekalahan. Meskipun demikian, hasil yang diperoleh dalam tiga laga awal menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai pelatih bukanlah hal yang mudah, bahkan bagi legenda sepak bola seperti Zidane.
Prancis memulai kiprahnya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Turki pada pertandingan perdana. Di laga berikutnya, mereka kembali meraih hasil yang sama ketika menghadapi Belgia. Namun, performa Les Bleus sedikit terhambat saat ditahan imbang 1-1 oleh Italia, di mana gol Alessandro Bastoni mengakhiri harapan mereka untuk meraih kemenangan kelima berturut-turut di kandang dalam pertandingan kompetitif.
Ketegangan Menuju Pertarungan di Paris
Hasil imbang melawan Italia membuat Prancis hanya unggul satu poin dari Belgia, yang berarti pertemuan di Paris menjadi sangat krusial. Belgia datang dengan semangat tinggi setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Turki di Liege.
Zidane kini dituntut untuk meningkatkan efektivitas timnya. Hasil imbang melawan Italia menunjukkan bahwa masih ada celah dalam permainan Prancis, meski mereka sempat memimpin. Penampilan Gianluigi Donnarumma yang luar biasa di gawang Italia juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Prancis untuk menambah gol di laga tersebut.
Kekuatan dan Strategi Belgia
Dari sisi Belgia, pelatih Mark van Bommel merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah kemenangan telak melawan Turki. Timnya juga berhasil mencatat clean sheet dalam dua pertandingan terakhir melawan Italia dan Turki, meskipun mengalami kekalahan tipis dari Prancis di laga sebelumnya. Menjelang duel melawan Les Bleus, Van Bommel optimis bahwa perkembangan timnya akan menjadi modal berharga.
- Kemenangan 3-0 atas Turki memberikan dorongan moral.
- Tim mencatat dua clean sheet dalam tiga laga terakhir.
- Kekalahan tipis sebelumnya dari Prancis menjadi pelajaran berharga.
- Pemain kunci seperti Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne siap memberikan performa terbaik.
- Strategi menyerang yang efektif diharapkan dapat mengejutkan Prancis.
Statistik Pertemuan Terakhir
➡️ Baca Juga: 5 Krim Malam Lokal Terbaik untuk Wajah Segar dan Cerah di Pagi Hari
➡️ Baca Juga: Segera Sahkan RUU PPRT untuk Melindungi Kelompok Marginal dari Krisis yang Mengancam