Percepatan Pemulihan Desa Adat Sade oleh Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dalam upaya untuk memulihkan dan membangun kembali Desa Adat Sade setelah terjadinya kebakaran, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses tersebut. Desa yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan aktivitas, menandakan harapan baru bagi masyarakat setempat.
Koordinasi Antara Kementerian dan Pemerintah Daerah
Dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Barat, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa Kementerian Koordinator Perekonomian sedang mengkoordinasikan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta mitra lainnya. Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk memastikan semua kebutuhan pendanaan, desain yang sesuai, jadwal penyelesaian, serta pembagian peran dalam pembangunan kembali desa dapat berjalan dengan efektif.
Pembahasan Teknis untuk Percepatan Proyek
Susiwijono juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan teknis dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mempercepat pembangunan kembali Desa Adat Sade. Salah satu langkah penting yang diambil adalah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan dari para donatur untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
- Rekening penampungan bantuan yang transparan
- Rekening khusus untuk setiap kepala keluarga terdampak
- Pembagian peran yang jelas antara donatur dan pemerintah
- Monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan
- Pengawasan langsung oleh pihak terkait
Desain Rekonstruksi oleh ITDC dan Universitas Mataram
Dalam aspek rekonstruksi, desain pembangunan kembali desa ini dipimpin oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), yang bekerja sama dengan Universitas Mataram dan komunitas adat setempat. Kerjasama ini penting untuk memastikan bahwa desain tersebut tidak hanya fungsional, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di Desa Adat Sade.
Pendampingan Teknis oleh Kementerian Terkait
Desain yang telah disusun akan diimplementasikan dengan dukungan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dengan demikian, semua proses pembangunan dapat dilakukan dengan standar yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Fokus pada Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi
Menurut Susiwijono, fokus penanganan saat ini adalah pada implementasi desain yang menitikberatkan pada pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum. Selain itu, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan juga menjadi prioritas, di mana hal ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat sembari tetap menjaga karakter budaya Desa Sade.
Progres Pembangunan hingga Oktobber 2026
Hingga tanggal 9 Oktober 2026, tercatat sebanyak 40 dari 75 rumah adat telah berhasil dibangun kembali dan dilengkapi dengan atap. Selain itu, proyek pembangunan masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum juga telah dimulai, menandakan kemajuan yang signifikan dalam upaya pemulihan desa.
Membangkitkan Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Aktivitas ekonomi di Desa Adat Sade mulai terlihat kembali, dengan masyarakat menerima bantuan dari Kementerian Pariwisata berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi. Dukungan ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal dan mengembalikan kehidupan masyarakat seperti sedia kala.
Percepatan pemulihan Desa Adat Sade menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah untuk mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan dengan pelestarian budaya lokal. Dengan kerjasama yang solid antara berbagai pihak, diharapkan desa ini tidak hanya akan pulih dari bencana, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan berkelanjutan di masa depan.
➡️ Baca Juga: PangandaRun 2026: 5.318 Peserta Rayakan HUT ke-81 TNI dengan Antusiasme Tinggi
➡️ Baca Juga: Literasi Publik Melalui Perpustakaan Keliling di HBKB Bogor yang Menginspirasi