NTB Siap Sambut Liburan 2026 dengan 69 Event Pariwisata Menarik dan Tak Terlupakan

NTB siap menyambut liburan 2026 dengan semarak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah merilis Calendar of Event (CoE) yang mencakup 69 acara pariwisata menarik di 10 kabupaten dan kota. Dengan beragam festival dan kegiatan, NTB berkomitmen untuk menjadi destinasi pariwisata utama yang menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Strategi Terpadu untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menarik 2,55 juta pengunjung sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di antara banyak agenda yang ditetapkan, empat festival budaya unggulan seperti Festival Rimpu Mantika dan Maulid Bayan telah terpilih untuk mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN). Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperpanjang masa tinggal pengunjung di Bumi Gora.

Aulia menambahkan, “Ada 69 kegiatan yang telah direncanakan.” Ia juga menyampaikan bahwa empat dari agenda tersebut telah terdaftar dalam KEN, termasuk Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Alunan Budaya Pringgasela di Lombok Timur, Gili Festival, dan Maulid Bayan di Lombok Utara. “Program ini telah dikurasi oleh Kemenpar untuk dimasukkan dalam KEN 2026,” jelasnya.

Keterlibatan Pelaku Pariwisata Lokal

Proses penyusunan kalender event ini melibatkan kolaborasi erat dengan pelaku industri pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, serta dinas pariwisata di tingkat kabupaten dan kota. “Agenda pariwisata ini adalah milik bersama, bukan hanya milik satu daerah saja. Setiap kabupaten dan kota memiliki perannya masing-masing dalam mempromosikan pariwisata,” imbuh Aulia.

Aulia berharap kehadiran 69 agenda pariwisata ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan serta memperpanjang waktu tinggal wisatawan di NTB. Ini sejalan dengan target kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang ditetapkan sebesar 2,55 juta pada 2026, sesuai dengan RPJMD yang telah dirumuskan.

Dampak Positif terhadap Ekonomi Daerah

Aulia juga optimis bahwa jumlah pengunjung akan terus meningkat seiring dengan penguatan destinasi, pengembangan akomodasi, dan promosi yang lebih gencar. Dukungan dari konektivitas transportasi, baik udara, darat, maupun laut, juga menjadi pilar penting dalam upaya ini. “Partisipasi semua pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.

“Ini adalah upaya kolektif kita, dengan fokus bukan hanya pada angka kunjungan, tetapi bagaimana pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” tambah Aulia.

Highlight Event Pariwisata NTB 2026

Berikut adalah beberapa event menarik yang akan digelar di NTB pada 2026:

Persiapan dan Promosi Event Pariwisata

Pemerintah NTB juga mempersiapkan berbagai strategi promosi untuk memastikan bahwa acara-acara ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui media sosial, kampanye iklan, dan kerjasama dengan agen perjalanan, diharapkan lebih banyak wisatawan tertarik untuk mengunjungi NTB.

“Kami berfokus pada pemasaran digital untuk menjangkau wisatawan muda yang mencari pengalaman baru. Selain itu, kami juga akan memperkuat kerjasama dengan agen perjalanan internasional dan domestik,” ujar Aulia. Dengan pendekatan ini, NTB berusaha untuk menampilkan keunikan dan daya tarik lokal yang dapat menarik perhatian wisatawan.

Infrastruktur dan Akomodasi

Peningkatan infrastruktur juga menjadi prioritas utama. Pemerintah setempat berupaya untuk memperbaiki aksesibilitas transportasi, termasuk jalan, bandara, dan pelabuhan. Selain itu, pengembangan akomodasi yang berkualitas akan mendukung kenyamanan wisatawan selama mereka berada di NTB.

“Dengan infrastruktur yang lebih baik, kami yakin wisatawan akan lebih betah berkunjung ke NTB. Kami ingin mereka merasakan kenyamanan dan keindahan alam yang ditawarkan,” jelas Aulia.

Keterlibatan Masyarakat dalam Pariwisata

Keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap event juga sangat penting. Pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan acara. Ini tidak hanya akan meningkatkan rasa memiliki terhadap pariwisata, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi mereka.

“Kami ingin masyarakat merasa bangga dan terlibat dalam mempromosikan budaya dan tradisi mereka. Keterlibatan ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal,” ungkap Aulia.

Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pelatihan dan workshop bagi pelaku usaha lokal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk lokal yang dapat dipasarkan kepada wisatawan.

Kesimpulan Strategis untuk Pariwisata NTB

Dengan 69 agenda pariwisata yang siap digelar pada liburan 2026, NTB menegaskan komitmennya untuk menjadi destinasi unggulan di Indonesia. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, diharapkan pariwisata NTB tidak hanya berkembang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. NTB siap menyambut dunia, dan liburan 2026 adalah momentum yang tepat untuk merayakan keindahan serta kekayaan budaya daerah ini.

➡️ Baca Juga: Gencatan Senjata Memberi Kepuasan bagi AS, Namun Iran Dapat Memperkuat Posisi Tawar dalam Perundingan

➡️ Baca Juga: 3 Idol K-Pop yang Akan Memulai Wajib Militer pada Bulan Maret 2026

Exit mobile version