Lanal dan Penyelam Gorontalo Rayakan Tumbilotohe dengan Kegiatan Menarik di Bawah Laut

Perayaan tradisi Tumbilotohe di Gorontalo menghadirkan suatu konsep yang unik dan menarik. Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, bersama dengan Komunitas Penyelam Gorontalo, mengadakan kegiatan Tumbilotohe bawah laut yang berlangsung di sekitar dermaga nelayan Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya. Inisiatif ini tak hanya bertujuan untuk merayakan tradisi, tetapi juga untuk memperkenalkan keindahan bawah laut Gorontalo kepada masyarakat luas.

Tradisi Tumbilotohe dan Maknanya

Tradisi Tumbilotohe merupakan sebuah ritual penting bagi masyarakat Gorontalo, yang diadakan empat hari menjelang Idul Fitri. Dalam pernyataannya, Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut P Hanny Chandra, mengungkapkan bahwa perayaan ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat, yang merupakan simbol persatuan dan kebersamaan menjelang hari yang suci.

Kegiatan Tumbilotohe Bawah Laut

Untuk menambah kemeriahan perayaan tahunan yang diorganisir oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, Lanal Gorontalo dan komunitas penyelam memutuskan untuk melaksanakan Tumbilotohe di bawah laut. Kegiatan ini melibatkan 28 personel dari berbagai pihak, termasuk Lanal Gorontalo, Wawahe’a Gorontalo Community, Edu Dive, Basarnas, serta Polairud Polda Gorontalo, yang bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Penyelaman yang Mengagumkan

Perayaan Tumbilotohe bawah laut ini dilakukan pada kedalaman delapan meter dengan Danlanal yang memimpin langsung penyelaman. Para penyelam membawa lampu khusus bawah air yang dirancang untuk menghias suasana malam di bawah laut, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan mengesankan. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menyebarluaskan tradisi di kalangan generasi muda dan masyarakat umum.

Documentasi dan Promosi

Seluruh aktivitas selama perayaan malam Tumbilotohe ini didokumentasikan secara menyeluruh. Hasil dokumentasi akan digabungkan dengan rekaman perayaan yang berlangsung di darat, memberikan gambaran lengkap tentang perayaan yang kaya akan budaya dan tradisi. Ini adalah langkah yang signifikan dalam mempromosikan Tumbilotohe sebagai daya tarik pariwisata.

Inovasi untuk Pariwisata

Perayaan Tumbilotohe di bawah laut tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga sebagai inovasi yang mendukung pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo. Hanny berharap kegiatan ini akan semakin meriah di masa mendatang dengan dukungan dari pemerintah dan peralatan yang lebih lengkap.

Dukungan dari Komunitas

Menurut Darman Syah Lubis, perwakilan dari Gorontalo Wawahea Community, kegiatan Tumbilotohe bawah laut telah dilaksanakan selama tujuh tahun terakhir, menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan wisata maritim. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan keindahan alam bawah laut, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk melestarikan ekosistem laut yang sangat berharga.

Keberhasilan dan Harapan Masa Depan

Pada perayaan kali ini, panitia menyiapkan sekitar 60 bola lampu berwarna-warni yang dipasang di bawah laut, menciptakan suasana yang memukau. Aktivitas tersebut diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasional, yang mulai melirik potensi pariwisata Gorontalo.

Pentingnya Dukungan Pemerintah

Meskipun kegiatan ini telah menunjukkan keberhasilan dalam mempromosikan pariwisata, masih ada harapan untuk mendapatkan lebih banyak perhatian dan dukungan dari pemerintah. Darman menyatakan bahwa mereka telah menerima sinyal positif dari Wakil Gubernur, yang berjanji untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Tumbilotohe Underwater di tahun depan.

Kesimpulan

Dengan segala inovasi dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan, perayaan Tumbilotohe bawah laut di Gorontalo bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol harapan untuk masa depan pariwisata yang lebih cerah. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat beradaptasi dan berkembang, serta memberikan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar.

➡️ Baca Juga: Arus Mudik di Nagreg Meningkat 100 Persen, Polisi Terapkan Sistem One Way Parsial

➡️ Baca Juga: Risiko Membawa Barang Terlalu Banyak saat Mudik yang Perlu Diketahui Pengendara

Exit mobile version