Jakarta: Lebaran menjadi momen yang dinantikan jutaan masyarakat untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak semua orang dapat menikmati kebersamaan tersebut, termasuk para sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang justru harus bekerja di tengah puncak arus mudik.<br />
<br />
Salah satunya adalah Masduki, sopir bus jurusan Jakarta–Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Selama lebih dari 15 tahun, ia mengaku belum pernah merayakan Lebaran bersama keluarga karena harus tetap mengemudi demi mencari nafkah.<br />
<br />
“Ya, berlebarannya malah di jalan. Kalau ada rezeki pengen lebaran dengan keluarga, tapi momennya tidak pas. Kami juga punya tanggung jawab. Justru momen seperti ini yang ditunggu, siapa tahu ada rezeki lebih. Istri yang mengurus anak, saya yang cari nafkah,” ujar Masduki.<br />
<br />
Dalam satu kali perjalanan, ia menghabiskan waktu 16 hingga 20 jam untuk mengantarkan penumpang hingga tujuan. Meski melelahkan dan penuh risiko, Masduki mengaku tetap menjalani pekerjaannya dengan ikhlas. Baginya, Lebaran bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga tentang pengorbanan demi keluarga serta peran penting mengantarkan orang lain berkumpul dengan orang tercinta.
➡️ Baca Juga: David Copperfield, Pesulap Legendaris, Mengumumkan Pertunjukan Puncak Kariernya
➡️ Baca Juga: PSBS vs Semen Padang: Debut Manis Imran Nahumarury Bawa Menang Kabau Sirah