Informasi UKT UGM 2026: Dari Fakultas Filsafat Hingga Kedokteran Secara Lengkap

Melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi cita-cita banyak pelajar di seluruh Indonesia. Sebelum resmi menjadi bagian dari salah satu universitas terkemuka di negara ini, ada satu aspek penting yang harus dipahami, yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT). UGM menerapkan sistem UKT yang besarnya ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga masing-masing mahasiswa. Skema ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua calon mahasiswa dalam mengakses pendidikan yang berkualitas, dengan pilihan kelompok UKT dari yang terendah hingga tertinggi sesuai dengan kondisi finansial keluarga. Selain UKT, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan apakah program studi yang mereka pilih dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di luar biaya semester. Mari kita tinjau lebih dalam mengenai profil universitas yang menjadi magnet bagi calon mahasiswa ini.
Sejarah dan Profil Universitas Gadjah Mada
UGM bukanlah sekadar institusi pendidikan biasa. Berdasarkan informasi dari laman resmi universitas, UGM lahir dari semangat perjuangan pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia. Sejak didirikan, UGM telah diamanahkan untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan nasional, serta bertindak sebagai pilar pendidikan tinggi di Tanah Air. Universitas ini terbentuk melalui penggabungan beberapa sekolah tinggi yang tersebar di berbagai kota, seperti Yogyakarta, Solo, dan Klaten. Proses penyatuan ini resmi disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949, yang menjadi landasan hukum bagi berdirinya universitas yang awalnya dikenal sebagai “Universitas Negeri Gadjah Mada”. Meskipun secara resmi ditetapkan pada 16 Desember 1949, UGM memilih untuk merayakan hari ulang tahunnya pada 19 Desember, sebuah tanggal yang memiliki makna emosional yang mendalam terkait dengan salah satu peristiwa sejarah penting bagi bangsa.
Nama “Gadjah Mada” dipilih untuk menghidupkan kembali semangat dan teladan Mahapatih Gadjah Mada, seorang tokoh yang berhasil menyatukan Nusantara. Semangat ini menjadi bagian integral dari identitas UGM sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, serta sebagai pusat kebudayaan bangsa. Pada awal berdirinya, UGM hanya memiliki enam fakultas dan menyelenggarakan perkuliahan di ruang-ruang yang ada di Keraton Yogyakarta. Pembangunan kampus di Bulaksumur dimulai pada tahun 1951, dan memasuki dekade 1960-an, UGM telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan hadirnya rumah sakit, pemancar radio, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Saat ini, UGM telah berkembang menjadi salah satu universitas terbesar dan terkemuka di Indonesia, dengan 18 fakultas, satu Sekolah Pascasarjana, dan satu Sekolah Vokasi. Beragam program studi tersedia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, menegaskan posisi UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus beradaptasi dan relevan sepanjang zaman.
Rincian UKT UGM 2026 untuk Program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4)
Berikut adalah rincian lengkap mengenai UKT UGM 2026 untuk jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) yang diambil dari laman admissions.ugm.ac.id. Informasi ini penting bagi calon mahasiswa untuk memahami besaran biaya yang akan dibebankan kepada mereka sesuai dengan program studi yang dipilih.
Daftar UKT Program Sarjana (S1)
Berikut adalah rincian UKT untuk Program Sarjana UGM 2026 per fakultas:
- Fakultas Biologi
- Prodi Biologi
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp3.075.000
- Golongan 4: Rp6.150.000
- Golongan 5: Rp9.225.000
- Golongan 6: Rp12.300.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp2.256.000
- Golongan 4: Rp4.512.000
- Golongan 5: Rp6.768.000
- Golongan 6: Rp9.025.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp1.900.000
- Golongan 4: Rp3.800.000
- Golongan 5: Rp5.700.000
- Golongan 6: Rp7.600.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp2.200.000
- Golongan 4: Rp4.400.000
- Golongan 5: Rp6.600.000
- Golongan 6: Rp8.664.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp2.053.000
- Golongan 4: Rp4.107.000
- Golongan 5: Rp6.160.000
- Golongan 6: Rp7.885.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp2.200.000
- Golongan 4: Rp4.400.000
- Golongan 5: Rp6.600.000
- Golongan 6: Rp8.800.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp2.053.000
- Golongan 4: Rp4.107.000
- Golongan 5: Rp6.160.000
- Golongan 6: Rp8.214.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp1.889.000
- Golongan 4: Rp3.778.000
- Golongan 5: Rp5.667.000
- Golongan 6: Rp7.557.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp3.375.000
- Golongan 4: Rp6.750.000
- Golongan 5: Rp10.125.000
- Golongan 6: Rp13.500.000
- Golongan 1: Rp0
- Golongan 2: Rp0
- Golongan 3: Rp3.075.000
- Golongan 4: Rp6.150.000
- Golongan 5: Rp9.225.000
- Golongan 6: Rp12.300.000
➡️ Baca Juga: Pelonggaran Sanksi Minyak Rusia Diharapkan Memperkuat Pemulihan Pasar Energi Global
➡️ Baca Juga: Bursa Transfer MotoGP 2027: David Alonso dan Dani Holgado Bersiap untuk Pindah Kelas