Indonesia dan Tiongkok Resmi Luncurkan QRIS untuk Transaksi Lintas Perbatasan

Jakarta – Inovasi terbaru dalam sektor pembayaran digital hadir dengan diluncurkannya QRIS lintas negara antara Indonesia dan Tiongkok. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah transaksi lintas perbatasan, memberikan solusi yang lebih efisien bagi pengguna di kedua negara. Dengan peluncuran ini, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan dan pariwisata, serta memperkuat konektivitas keuangan di kawasan Asia.
QRIS Lintas Negara: Meningkatkan Kemudahan Transaksi
Pada Kamis, 30 April 2023, Bank Indonesia meluncurkan QRIS lintas negara yang memungkinkan pengguna dari Indonesia dan Tiongkok melakukan pembayaran secara langsung melalui pemindaian kode QR. Sistem ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada dalam transaksi lintas perbatasan, terutama dalam konteks pembayaran ritel. Dengan adanya QRIS, proses pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien, tanpa memerlukan pertukaran mata uang fisik.
Dampak Positif bagi Sektor Pariwisata dan Perdagangan
Salah satu tujuan utama dari peluncuran QRIS lintas negara adalah untuk mendukung sektor pariwisata dan perdagangan antara kedua negara. Dengan sistem ini, wisatawan dari Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia dapat melakukan pembayaran dengan mudah, tanpa harus menghadapi kerumitan menukar mata uang. Ini tidak hanya menguntungkan pelancong tetapi juga bisnis lokal yang menerima pembayaran.
- Mempermudah transaksi bagi wisatawan.
- Mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok.
- Mempercepat proses pembayaran di sektor ritel.
- Mendukung pertukaran budaya antara kedua negara.
Strategi Bank Indonesia dalam Mendorong Transaksi Mata Uang Lokal
Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari Bank Indonesia untuk mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas perbatasan. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam acara peluncuran, menekankan pentingnya interkoneksi ini sebagai langkah maju dalam integrasi keuangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang cadangan global, seperti dolar AS, dalam transaksi internasional.
Keuntungan dari Local Currency Settlement
Sistem QRIS lintas negara ini dibangun di atas mekanisme penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (local currency settlement/LCS) antara rupiah Indonesia dan yuan Tiongkok. Dengan menggunakan LCS, transaksi dapat dilakukan tanpa melibatkan mata uang pihak ketiga, yang berarti:
- Pengurangan risiko nilai tukar.
- Penurunan biaya transaksi secara keseluruhan.
- Peningkatan otonomi keuangan bagi kedua negara.
- Kemudahan dalam penyelesaian transaksi.
- Transaksi yang lebih cepat dan efektif.
Peran Lembaga Keuangan dalam Kesuksesan QRIS
Dalam konteks ini, peran lembaga keuangan sangat penting. Liu Yue, asisten manajer negara di Bank of China Cabang Jakarta, menekankan bahwa lembaga keuangan memiliki tanggung jawab untuk menjamin efisiensi dalam arus pertukaran dan penyelesaian transaksi mata uang. Tanpa dukungan dari lembaga keuangan, implementasi QRIS lintas negara mungkin tidak akan berjalan dengan optimal.
Penyederhanaan Proses Pembayaran
Xie Dai, wakil manajer umum UnionPay International Asia Tenggara, menyatakan bahwa proyek ini merupakan terobosan signifikan dalam menyederhanakan proses pembayaran lintas perbatasan. “Sebelumnya, pelancong harus menukar mata uang atau menarik uang tunai. Kini, mereka dapat langsung memindai kode QR menggunakan aplikasi yang sudah mereka kenal, seperti UnionPay Yunshanfu atau Alipay,” ujarnya. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mempermudah transaksi dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Manfaat bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Penggunaan mekanisme transaksi mata uang lokal tidak hanya membantu mengurangi biaya, tetapi juga meningkatkan efisiensi bagi konsumen. Liu Yue menjelaskan bahwa interkoneksi QR ini membantu mengatasi tantangan yang sering dihadapi oleh wisatawan dan pelaku bisnis. Dengan transaksi yang lebih lancar, para pelaku usaha dapat fokus pada pengembangan bisnis mereka tanpa khawatir tentang masalah pembayaran.
Kedaulatan Digital dan Inovasi
Peluncuran QRIS lintas negara ini juga dilihat sebagai bagian dari visi yang lebih luas untuk menciptakan kedaulatan digital dan inovasi di bidang pembayaran. Dengan meningkatnya adopsi teknologi digital di Indonesia, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di sektor ekonomi digital di Asia. Bank Indonesia mencatat bahwa terjadi lonjakan signifikan dalam transaksi digital, dengan 14,39 miliar transaksi pada kuartal pertama 2023, meningkat 33,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Statistik Pertumbuhan Ekonomi Digital
Data menunjukkan bahwa transaksi QRIS mengalami peningkatan luar biasa, mencatat kenaikan sebesar 119 persen. Hal ini didorong oleh adopsi yang meningkat di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengguna ritel. Dengan dukungan dari berbagai pihak, QRIS diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi solusi utama dalam transaksi lintas perbatasan.
Ke depan: Ruang untuk Pertumbuhan
Dengan peluncuran QRIS lintas negara, terdapat peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok tetapi juga membuka jalan bagi negara-negara lain untuk mengadopsi sistem serupa. QRIS dapat menjadi model untuk integrasi pembayaran digital di kawasan Asia dan berpotensi mengubah cara transaksi dilakukan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Cek Penerima Bansos 2026 Terbaru dengan NIK Anda Sekarang Juga
➡️ Baca Juga: Libur Panjang Tiba, Temukan Wisata Alam Menarik di Magetan untuk Dikunjungi