Imunisasi Campak-Rubela di Manokwari Berhasil Melindungi 6.035 Anak

Imunisasi merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak-anak, terutama di daerah yang rentan terhadap wabah penyakit. Di Manokwari, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah berhasil melaksanakan imunisasi tambahan campak-rubela, yang dilaksanakan dari 5 hingga 10 Oktober 2026. Program ini berhasil menjangkau sebanyak 6.035 anak, yang setara dengan 78,7 persen dari total target 7.667 anak. Meskipun angka tersebut menunjukkan pencapaian yang baik, masih ada tantangan untuk mencapai cakupan imunisasi yang optimal.
Target Imunisasi Campak-Rubela dan Pencapaian di Manokwari
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menyatakan bahwa pencapaian imunisasi campak-rubela di Manokwari telah melebihi target kumulatif sebesar 47,5 persen. Namun, beliau menekankan pentingnya meningkatkan pelayanan agar cakupan imunisasi di setiap kampung dan kelurahan dapat mencapai minimal 95 persen. Hal ini penting agar semua anak di daerah tersebut terlindungi dari virus campak dan rubela.
“Meskipun imunisasi campak-rubela di Manokwari telah melampaui target kumulatif, kita harus tetap berusaha mengejar cakupan minimal sebesar 95 persen,” ungkap dr. Alwan. Dengan pendekatan yang lebih intensif, diharapkan semua anak dapat menerima imunisasi yang dibutuhkan.
Imunisasi Tambahan untuk Mengatasi Kejadian Luar Biasa
Imunisasi tambahan ini, dikenal dengan istilah outbreak response immunization (ORI), dilaksanakan dari 5 hingga 17 Oktober 2026. Tujuannya adalah untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di daerah tersebut. Sasaran utama dari program ini adalah anak-anak berusia sembilan bulan hingga di bawah lima tahun, kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit ini.
Berdasarkan data dari sistem pelaporan harian yang dikenal sebagai Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)-SAKTI, telah tercatat bahwa 72 dari 186 kampung dan kelurahan di Kabupaten Manokwari telah mencapai cakupan imunisasi minimal sebesar 95 persen. Ini merupakan kabar baik, namun masih banyak yang harus dikerjakan untuk mencapai target yang lebih luas.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang Berhasil Mencapai Target
dr. Alwan juga menjelaskan bahwa lima puskesmas di Manokwari telah mencatat cakupan imunisasi yang melampaui target. Puskesmas Pasir Putih mencatatkan angka cakupan 150,1 persen, diikuti oleh Puskesmas Sowi 142 persen, Warmare 124,9 persen, Mokwam 119,4 persen, dan Puskesmas Masni 104,7 persen. Pencapaian ini menunjukkan usaha keras tenaga kesehatan dalam menjangkau anak-anak di wilayah mereka.
Namun, tidak semua wilayah menunjukkan hasil yang memuaskan. Percepatan pelayanan akan diprioritaskan di area dengan cakupan rendah, terutama di Puskesmas Sanggeng, Wosi, Amban, Sidey, Maripi, Mowbja, dan Tanah Rubuh, yang masih memiliki angka cakupan di bawah 75 persen.
Data Puskesmas dan Strategi Percepatan Pelayanan
Di sisi lain, Puskesmas Nuni telah mencapai cakupan 92 persen, sedangkan laporan untuk Puskesmas Pulau Mansinam masih dalam proses penginputan. dr. Alwan menegaskan bahwa upaya percepatan ini dilakukan melalui beberapa pendekatan, di antaranya:
- Penambahan pos imunisasi di berbagai lokasi strategis.
- Kunjungan dari rumah ke rumah untuk menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi.
- Pendampingan oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.
- Pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal untuk mendukung program imunisasi.
- Penggunaan media sosial dan informasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya imunisasi.
Pentingnya Cakupan Imunisasi yang Merata
Pemerataan cakupan imunisasi hingga ke tingkat kampung dan kelurahan sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penularan campak. dr. Alwan juga menekankan bahwa satu anak yang tidak diimunisasi dapat menjadi sumber penularan bagi anak-anak lainnya. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
“Satu anak yang tidak diimunisasi bisa menjadi pintu masuk penularan bagi anak lain,” tambahnya, menunjukkan betapa krusialnya imunisasi dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan dan Kader
Beliau juga memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan dan kader di 16 puskesmas yang telah berupaya maksimal dalam menjangkau sasaran, termasuk di daerah pegunungan dan wilayah dengan akses pelayanan yang terbatas. Upaya mereka sangat berharga dalam memastikan setiap anak mendapatkan vaksin yang diperlukan.
dr. Alwan mengajak semua orang tua untuk turut berpartisipasi dalam keberhasilan program imunisasi ini. “Saya mengajak orang tua segera membawa anak yang menjadi sasaran ke posyandu atau pos imunisasi terdekat sebelum pelayanan berakhir pada 17 Oktober 2026,” ujarnya, menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam imunisasi anak-anak mereka.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi campak-rubela di Manokwari dapat terus meningkat, sehingga semua anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Imunisasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk kesehatan generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Melibatkan Masyarakat dengan Tarif Gratis Sementara
➡️ Baca Juga: Bupati Karawang Aep Syaepuloh Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Kawasan Industri