Ibu Rumah Tangga Sukses Membangun Usaha Kuliner dari Dapur Berkat Bantuan AI

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, peran perempuan dalam keluarga semakin vital. Banyak di antara mereka yang memilih untuk mengambil langkah berani dengan memulai usaha sendiri. Dengan cara ini, mereka bisa tetap hadir untuk keluarga dan berkontribusi pada perekonomian rumah tangga, sekaligus mengeksplorasi potensi diri.
Perkembangan teknologi digital, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI), kini memberikan peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan. Mereka dapat memulai dan mengembangkan usaha kuliner dari kenyamanan dapur rumah mereka sendiri, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu dan anggota keluarga.
Transformasi Digital dalam Usaha Kuliner
Melalui berbagai platform digital, seperti ekosistem Grab, pelaku usaha kuliner dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan memahami dinamika pasar dengan lebih baik. Dua kisah inspiratif dari pelaku UMKM perempuan, Efa Fauziah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, dan Rohani Sembiring, pemilik Risoles Mbak Any, menunjukkan ketangguhan mereka dalam membangun usaha sembari mengurus keluarga.
Bagi Efa dan Rohani, usaha kuliner lebih dari sekadar menjual makanan. Setiap pesanan yang diterima adalah bagian dari cerita perjuangan seorang ibu yang berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, serta menunjukkan semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.
Dari Dapur Sederhana ke Kesuksesan Bersama AI
Efa Fauziah, 46 tahun, adalah salah satu Mitra GrabMerchant yang memulai perjalanan usahanya dalam kondisi yang penuh tantangan. Setelah mengalami dampak gempa Pidie Jaya di Aceh pada 2016, situasi ekonomi keluarganya tidak kunjung membaik, memaksa mereka untuk mencari harapan baru.
Pada tahun 2019, Efa dan suaminya membuat keputusan berani untuk merantau dari Aceh ke Bogor, Jawa Barat, bersama lima anak mereka. Dengan bekal keterampilan memasak Mie Aceh yang sudah diwariskan dalam keluarga, mereka memutuskan untuk memulai usaha kuliner. Mereka membuka usaha Mie Aceh di sebuah ruko kecil di Bogor pada akhir tahun yang sama.
“Awalnya kami hanya berdua yang menjalankan usaha ini. Suami memasak, dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan kami tidak selalu mulus. Pada 2020, kami memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi mencari peluang baru. Namun, suami kembali memulai dari awal dengan bekerja sebagai juru masak di warung Aceh di kawasan Pasar Minggu, sebelum usaha tersebut terpaksa berhenti karena kebakaran,” cerita Efa.
Meski menghadapi berbagai rintangan, semangat Efa untuk meningkatkan ekonomi keluarga tidak pernah padam. Pada Desember 2020, ia kembali merintis usaha Mie Aceh dari nol dengan dukungan keluarga, hingga Mie Aceh 769 Pijay mulai mendapatkan pelanggan tetap dan semakin dikenal di pasar.
Peningkatan Pembelian Melalui Platform Digital
Sejak bergabung dengan GrabFood pada 2020, Efa merasakan manfaat signifikan dari platform digital dalam memperluas jangkauan usahanya. Dulu, penjualannya hanya berkisar antara 10 hingga 15 porsi per hari, namun kini jumlahnya telah meningkat hingga lebih dari sepuluh kali lipat, mencapai 150 porsi per hari.
Sekitar 80 persen dari total penjualan Mie Aceh 769 Pijay kini berasal dari pesanan online yang sebagian besar datang melalui platform digital. Usahanya telah berkembang dengan memiliki dua cabang, dengan menu andalan seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme, yang menjadi produk paling diminati.
Peran AI dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
Bagi Efa, teknologi bukan hanya membuka saluran penjualan baru, tetapi juga menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Salah satu fitur yang sangat membantunya adalah GrabMerchant AI Assistant. Fitur berbasis kecerdasan buatan ini membantu pelaku usaha memahami performa bisnis mereka, mulai dari analisis tren penjualan hingga rekomendasi strategi promosi.
“Dengan GrabMerchant AI Assistant, saya merasa seolah memiliki partner diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa menanyakan menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu terbaik untuk mengadakan promo,” jelas Efa.
Belajar dan Berkembang dalam Komunitas
Selain memanfaatkan fitur digital di GrabMerchant, Efa juga aktif di Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab. Dalam komunitas ini, ia tidak hanya belajar dari sesama pelaku usaha, tetapi juga berbagi pengalaman terkait pengelolaan usaha, fitur aplikasi, serta cara menangani pelanggan. Efa merasa komunitas ini memberikan ruang belajar yang memperkuat keyakinannya bahwa pelaku usaha perempuan dapat tumbuh bersama, saling membantu, dan beradaptasi di tengah perubahan.
Melalui kisah Efa dan Rohani, kita dapat melihat bahwa membangun usaha kuliner tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga dukungan teknologi dan komunitas. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan berkolaborasi dengan sesama pelaku usaha, mereka berhasil mengubah tantangan menjadi peluang dan membuktikan bahwa perempuan dapat berkontribusi secara signifikan dalam ekonomi keluarga.
Usaha kuliner yang dijalankan Efa dan Rohani mencerminkan semangat juang dan inovasi. Mereka tidak hanya mengandalkan keterampilan memasak, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan potensi usaha. Ini adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat, siapa pun dapat mencapai kesuksesan, bahkan dari dapur rumah mereka sendiri.
➡️ Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Menarik dan Peluang Cuan Berlimpah
➡️ Baca Juga: Rencana Latihan Gym yang Terukur untuk Menyesuaikan Intensitas dengan Kondisi Tubuh