Rombak Kabinet Prabowo, Amran Sulaiman Dapat Pendampingan Resmi dari Eks Wakasad

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis kehadiran Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto akan membawa dampak positif bagi kinerja Kementerian Pertanian. Dengan latar belakang militer yang kuat, Saleh diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sektor pertanian di Indonesia.
Pembagian Tugas Strategis
Amran menjelaskan bahwa pembagian tugas antara dirinya dan wakil menteri yang baru akan dilakukan secara mendetail, meskipun ia belum bisa memberikan rincian spesifik pada saat ini. “Yang jelas ini semakin optimal,” ungkapnya saat berbincang dengan wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Diskusi mendalam mengenai pembagian tanggung jawab ini akan dilakukan agar kedua pemimpin di Kementerian Pertanian dapat berkolaborasi dengan baik. Amran menekankan pentingnya sinergi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.
Fokus pada Kunjungan Lapangan
Meskipun ada penambahan wakil menteri, Amran menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen untuk melakukan kunjungan ke daerah. “Oh ya harus, ini kan sawah itu di daerah, tidak ada di Jakarta, jadi harus banyak cek lapangan,” ujarnya. Kunjungan langsung ke lokasi pertanian diyakini akan memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kondisi di lapangan.
Peluang di Badan Pangan Nasional
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai kemungkinan penempatan tugas Saleh di Badan Pangan Nasional (Bapanas). Amran mengindikasikan bahwa hal tersebut juga akan menjadi bagian dari diskusi lebih lanjut. Ia sendiri menjabat sebagai Kepala Bapanas sejak Oktober 2025, dan perannya di kedua posisi ini diharapkan bisa saling mendukung.
Pelantikan dan Latar Belakang Saleh
Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026. Ia menggantikan Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Saleh lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969. Dia adalah alumnus Akademi Militer 1991 dari kecabangan infanteri dan memiliki pengalaman luas di Korps Pasukan Khusus. Sebelum menjabat sebagai wakil menteri, Saleh adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sejak Agustus 2025.
Jejak Karir yang Mengesankan
Karier militer Saleh sangat cemerlang, dengan beberapa posisi penting yang pernah diembannya. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Grup 1/Kopassus pada periode 2012-2013, dan kemudian menjabat sebagai Komandan Korem 132/Tadulako antara 2016 hingga 2017. Selanjutnya, ia menjadi Kepala Staf Kodam Jaya dari 2019 hingga 2021.
Pada tahun 2022-2023, ia menjabat sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, di mana ia terlibat dalam misi penting, termasuk upaya pembebasan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, yang disandera oleh kelompok bersenjata di Papua. Pengalaman-pengalaman ini membekali Saleh dengan keterampilan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan Kementerian Pertanian.
Harapan dan Tantangan Baru
Dengan dilantiknya Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, harapan untuk memperbaiki sektor pertanian Indonesia semakin besar. Terlebih, sektor ini memiliki peran vital dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan. Amran dan Saleh diharapkan bisa membawa inovasi dan strategi baru untuk menjawab tantangan yang ada.
Keberadaan wakil menteri yang memiliki latar belakang militer juga diharapkan dapat membawa pendekatan yang lebih disiplin dan terukur dalam pengelolaan program-program pertanian. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan berdampak positif bagi para petani dan masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan
Kombinasi antara pengalaman Amran di bidang pertanian dan latar belakang militer Saleh menciptakan sinergi yang kuat. Dengan pembagian tugas yang jelas dan komunikasi yang efektif, diharapkan Kementerian Pertanian dapat mencapai tujuannya dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di Indonesia. Ini adalah titik awal yang menjanjikan bagi masa depan pertanian nasional.
➡️ Baca Juga: Realme C100 Siap Meluncur di Indonesia dengan Baterai 8.000mAh untuk Penggunaan Maksimal
➡️ Baca Juga: Bangka Tengah Siapkan Langkah Strategis untuk Pemberantasan Darurat TBC