Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam keadaan aman menjelang arus mudik dan perayaan Lebaran 2026. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam panic buying, mengingat pemerintah telah memastikan pasokan yang cukup.
Pemerintah memberikan jaminan bahwa pasokan BBM akan terjaga selama periode Lebaran.
Andre Rosiade menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kerjasama antara Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga pasokan BBM selama masa mudik hingga setelah Lebaran. Ia menyebutkan bahwa kapasitas stok BBM nasional saat ini mampu bertahan hingga 21 hari.
“Yang pasti, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, stok BBM kita memiliki kapasitas 21 hari. Insya Allah, semua dalam keadaan aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying, karena pemerintah sudah menjamin ketersediaan BBM yang cukup,” ujar Andre saat ditemui di Gedung DPR RI pada Minggu (8/3/2026).
Komisi VI DPR telah menerima laporan dari Pertamina yang menyatakan bahwa pasokan BBM tidak hanya mencukupi hingga Lebaran, tetapi juga dalam keadaan aman setelah masa liburan berakhir. Andre juga melakukan pengecekan langsung di daerah pemilihannya di Sumatera Barat dan menemukan bahwa kapasitas penyimpanan BBM di wilayah tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran dan bahkan seminggu setelahnya.
Pertamina telah mengambil langkah antisipasi di jalur-jalur utama arus mudik, termasuk memastikan bahwa seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terisi penuh. “Pertamina menjamin bahwa semua titik arus mudik sudah disiapkan, dan selain posko bersama Polri, seluruh SPBU telah diisi dengan penuh,” tambah Andre.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengungkapkan bahwa stok BBM nasional saat ini berkisar antara 21 hingga 25 hari. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan yang tersedia di dalam negeri.
“Kenapa kita tidak bisa menyimpan lebih dari 25 hari? Jika kita mau menyimpan lebih banyak, pertanyaannya adalah di mana kita akan menyimpannya? Kapasitas penyimpanan kita tidak mencukupi,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/2026).
Namun demikian, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada pemerintah untuk memperbesar kapasitas penyimpanan BBM guna memperkuat ketahanan energi nasional. Rencananya, kapasitas penyimpanan akan ditingkatkan hingga bisa mencukupi hingga tiga bulan, sesuai dengan standar minimum yang disepakati secara global.
Kekhawatiran masyarakat terhadap isu stok BBM meningkat seiring dengan memanasnya konflik antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat. Kondisi tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai ketahanan energi Indonesia dan menimbulkan perbandingan dengan negara lain terkait dengan ketersediaan energi di tengah gejolak global.
Dengan berbagai langkah yang telah diambil oleh pemerintah dan Pertamina, diharapkan masyarakat dapat merasa tenang tanpa harus khawatir akan kekurangan pasokan BBM menjelang Lebaran 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, agar distribusi BBM tetap lancar dan semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.
➡️ Baca Juga: Menteri Keuangan Bahas Fluktuasi Harga Minyak Global, Jamin Keberlanjutan APBN Tetap Solid
➡️ Baca Juga: Manchester United Tetapkan Harga Tinggi untuk Andre Onana, Trabzonspor Mundur dari Persaingan