Dinkes Lebak Catat Pelaksanaan CKG Mencapai 47,52 Persen dari Total Penduduk

LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, telah mencatat bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan dari Januari hingga 22 Agustus 2026 telah diikuti oleh 714.569 warga, atau sekitar 47,52 persen dari total populasi kabupaten yang mencapai 1,5 juta jiwa. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka melalui program yang sangat bermanfaat ini.

Optimalisasi Program CKG untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program CKG guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap warga Lebak memiliki akses dan kesempatan untuk mengikuti program ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Penyebaran Program di Berbagai Lini

Pihak Dinkes tidak hanya fokus pada satu titik, tetapi menggencarkan program ini di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta berbagai instansi pemerintah seperti BUMN dan BUMD. Selain itu, Dinkes juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI, serta pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Strategi Cakupan Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan dalam Program CKG dilakukan secara menyeluruh di berbagai lokasi. Ini mencakup sekolah, pengajian, dan lingkungan permukiman, serta lembaga pendidikan seperti pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan. Program ini juga diadakan pada Hari Bebas Kendaraan (CFD) di akhir pekan dan saat kegiatan pameran, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan pendekatan yang masif ini, diharapkan semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Akses Melalui Fasilitas Kesehatan

Warga yang ingin mengikuti Program CKG juga dapat melakukannya di berbagai fasilitas kesehatan. Terdapat 44 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), serta pos kesehatan desa (poskesdes) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Hal ini memastikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan.

Target Ambisius untuk Masyarakat Lebak

Endang menegaskan komitmen Dinkes untuk meraih peringkat pertama dalam pelaksanaan Program CKG di Banten dengan target partisipasi 65 persen dari total penduduk. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Lebak memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, yang merupakan langkah awal untuk mencegah berbagai penyakit,” tambahnya.

Pelayanan yang Konsisten di Puskesmas

Plt Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya melayani antara 50 hingga 70 peserta CKG setiap harinya. “Kebanyakan peserta berasal dari pemukiman masyarakat baik di kelurahan maupun di pedesaan,” ungkapnya. Pelayanan yang konsisten ini menjadi salah satu kunci keberhasilan program.

Pentingnya Deteksi Dini Melalui CKG

Program CKG yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki peranan penting dalam mendeteksi faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit. Sudiarto menekankan pentingnya program ini dalam mencegah penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan mental, penyakit paru-paru, dan obesitas.

Dengan melakukan deteksi dini, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka.

Mendorong Budaya Pemeriksaan Kesehatan

Endang mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan pemeriksaan kesehatan melalui Program CKG. “Kami berharap masyarakat tidak hanya menunggu sakit, tetapi proaktif dalam memeriksakan kesehatan mereka secara rutin,” katanya. Ini adalah langkah penting dalam membangun kesadaran kesehatan yang lebih baik di kalangan masyarakat.

Kesimpulan: Membangun Masyarakat Sehat Melalui CKG

Dengan pelaksanaan Program CKG yang semakin optimal, Dinkes Kabupaten Lebak berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan proaktif dalam pemeriksaan kesehatan. Program ini bukan hanya sekadar inisiatif, tetapi merupakan langkah strategis menuju masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

➡️ Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pentingnya Libur Namun Tetap Melanjutkan Proses Belajar

➡️ Baca Juga: Zuu Resmi Tinggalkan SECRET NUMBER Setelah Kontrak Berakhir

Exit mobile version