Cicukang Oxbow Dipilih Sebagai Lokasi PSEL oleh Pemkab Bandung, Berikut Pertimbangannya

Kabupaten Bandung sedang mengambil langkah signifikan dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berbasis teknologi. Salah satu inisiatif yang sedang digalakkan adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPPAS Regional Sarimukti. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan Cicukang Oxbow sebagai lokasi alternatif yang potensial untuk proyek PSEL yang baru. Keputusan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis dan lingkungan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di Kabupaten Bandung
Inisiatif untuk mengembangkan pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung berfokus pada penggunaan teknologi modern. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, mengungkapkan bahwa daerah ini bersiap untuk menyediakan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari untuk PSEL Sarimukti saat proyek tersebut mulai beroperasi pada tahun 2029.
“Kami telah melakukan persiapan untuk memenuhi kapasitas suplai yang dibutuhkan seiring dengan rencana operasional PSEL di Sarimukti,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).
Usulan Pengembangan PSEL di Kawasan Bandung Raya
Di tengah upaya ini, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, juga telah mengusulkan pengembangan tambahan PSEL di kawasan Bandung Raya. Diskusi telah dilakukan terkait dua lokasi yang menjadi kandidat, yaitu eks TPA Jelekong dan TPST Cicukang Oxbow yang terletak di Kecamatan Margaasih.
Namun, Wahid menjelaskan bahwa Cicukang Oxbow dianggap lebih berpotensi dibandingkan lokasi lainnya. “Secara teknis, Cicukang Oxbow lebih memungkinkan untuk pengembangan, terutama karena kedekatannya dengan sumber air. Sementara itu, di Jelekong terdapat masalah penolakan dari warga sekitar,” jelasnya.
Tantangan dan Peluang di Cicukang Oxbow
Walaupun Cicukang Oxbow memiliki potensi yang besar, pengembangan PSEL di lokasi ini tidak tanpa tantangan. Saat ini, luas area yang tersedia hanya sekitar satu hektare, sementara kebutuhan minimum untuk pembangunan PSEL diperkirakan mencapai lima hektare.
“Kami tetap optimis bahwa peluang untuk pengembangan masih terbuka. Yang penting sekarang adalah bagaimana cara menyiapkan tambahan lahan yang diperlukan. Draf awal pengembangan sudah kami komunikasikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup,” tambah Wahid.
Program Pendampingan dari Bank Dunia
TPST Cicukang Oxbow saat ini sedang dalam tahap pendampingan melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didanai oleh Bank Dunia. Harapannya, lokasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan teknologi yang lebih canggih di masa depan.
Komitmen Pemerintah Daerah terhadap Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
Dadang Supriatna menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Komitmen ini ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk pengembangan PSEL Sarimukti di Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa (21/4).
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berbasis energi. Kami menargetkan pembangunan PSEL Sarimukti selesai dalam waktu tiga tahun ke depan,” jelasnya.
Langkah Selanjutnya dalam Pengembangan PSEL Cicukang Oxbow
Selain itu, Bupati juga mengungkapkan bahwa ia telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan kajian dan survei lanjutan terkait rencana pengembangan PSEL di Cicukang Oxbow. Langkah ini dianggap penting sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam penanganan masalah sampah di Kabupaten Bandung.
Dengan berbagai inisiatif ini, Kabupaten Bandung menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Melalui pengembangan PSEL yang berbasis teknologi, diharapkan dapat tercipta solusi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
➡️ Baca Juga: Cicilan KUR BRI 2026, Pinjam Rp10 Juta dan Bayar Angsuran Ringan Setiap Bulan
➡️ Baca Juga: Harga BBM Diesel Melonjak, Biaya Penuh Tangki Pajero dan Fortuner Capai Rp 2 Juta