Putri Marino Dapat Nominasi “Best Performance” di SGIFF 2026 Melalui Film “Empat Musim Pertiwi”

Jakarta – Putri Marino telah berhasil meraih nominasi untuk kategori Best Performance di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026 berkat penampilannya yang memukau dalam film “Empat Musim Pertiwi”. Karya sinema yang ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini ini mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026, dan langsung menarik perhatian pecinta film.
Penghargaan Internasional
Sebelum resmi tayang di Indonesia, film “Empat Musim Pertiwi” sudah mendapatkan sambutan hangat di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Dalam festival tersebut, film ini mencuri perhatian banyak penonton dan kritikus, yang mengapresiasi tema yang diangkat, yakni harapan dan kekuatan perempuan. Respons positif ini menjadi modal penting bagi film untuk menarik minat lebih banyak penonton di tanah air.
Pencapaian Lainnya
Selain nominasi di SGIFF, Putri Marino juga menerima penghargaan bergengsi lain, yakni Face of Asia Awards dari majalah Marie Claire Korea Selatan. Penghargaan tersebut dianugerahkan bersamaan dengan pelaksanaan BIFF 2026, mencerminkan pengakuan internasional terhadap talenta Putri dalam dunia perfilman.
Karakter yang Menginspirasi
Dalam film ini, Putri Marino berperan sebagai Pertiwi, sosok perempuan yang menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Menurutnya, karakter ini mengajarkan banyak hal tentang kekuatan yang dapat ditemukan baik dalam diri sendiri maupun dari orang-orang terdekatnya.
“Melihat betapa kuat dan rentannya Pertiwi, saya menyadari bahwa dia merupakan sumber kekuatan bagi orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain, mereka yang juga mengalami kesulitan dapat memberikan dukungan dan kekuatan bagi Pertiwi,” ungkap Putri Marino dalam sebuah wawancara resmi.
Reaksi Rekan Sejawat
Reza Rahadian, salah satu aktor terkemuka Indonesia, memberikan pujian terhadap film ini. Ia berpendapat bahwa “Empat Musim Pertiwi” menyuguhkan berbagai lapisan cerita yang menggambarkan kekuatan perempuan dari beragam perspektif.
“Ini adalah film yang indah dan kuat. Film ini mampu menyampaikan banyak hal tentang kekuatan perempuan dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif seorang ibu dan mereka yang dianggap berbeda atau tidak diterima oleh masyarakat,” jelas Reza.
Senada dengan Reza, El Putra Sarira juga menyebut film ini sebagai mahakarya yang luar biasa. Sementara itu, Rachel Amanda menyoroti bagaimana perempuan sering kali dipandang remeh meskipun berjuang keras untuk menunjukkan keberanian dan kemampuan mereka.
Tantangan dan Keberanian Perempuan
“Sebagai perempuan, ada rasa frustrasi melihat betapa mudahnya perempuan dipandang sebelah mata, meskipun kita sudah berusaha menunjukkan keberanian. Menarik untuk melihat sisi Pertiwi yang memiliki keahlian yang beragam,” ungkap Rachel.
Kolaborasi Internasional
Film “Empat Musim Pertiwi” adalah hasil kolaborasi antara enam negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Diproduksi oleh Ifa Isfansyah, film ini memperlihatkan bagaimana sinema dapat menjadi jembatan antarbudaya dan menampilkan kisah yang universal.
Tayangan yang Wajib Disaksikan
Sejak dirilis pada 8 Oktober 2026, “Empat Musim Pertiwi” masih dapat disaksikan di bioskop-bioskop terdekat. Dengan penampilan yang kuat dari Putri Marino dan tema yang relevan, film ini menjadi salah satu tayangan yang tidak boleh dilewatkan oleh pecinta film, terutama yang mengagumi karya-karya yang mengangkat isu perempuan.
Penghargaan yang diraih Putri Marino di SGIFF 2026 menggambarkan tidak hanya talentanya, tetapi juga dedikasinya dalam menghidupkan karakter yang kuat dan kompleks. Film ini menjadi bukti nyata bahwa perfilman Indonesia semakin berkembang dan mendapatkan pengakuan di kancah internasional.
Dengan segala pencapaian dan pujian yang diterima, “Empat Musim Pertiwi” menjadi salah satu film yang layak untuk diperhatikan dalam perhelatan festival film di dunia. Karya ini tidak hanya menyentuh aspek seni dan hiburan, tetapi juga memberikan pesan moral yang mendalam tentang kekuatan, harapan, dan ketahanan perempuan.
- Film ini ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini.
- Putri Marino berperan sebagai karakter utama, Pertiwi.
- Film ini mengangkat tema harapan dan kekuatan perempuan.
- Kolaborasi internasional melibatkan enam negara.
- Sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026.
➡️ Baca Juga: Lagi Probation: Apa yang Dikejar dalam Cerita dan Jadwal Tayangnya?
➡️ Baca Juga: Mengungkap Masalah Sampah di Jakarta Barat untuk Solusi yang Efektif dan Berkelanjutan