Ekspor Kopi Indonesia Diprediksi Mencapai Rekor Rp44,87 Triliun pada 2025

Jakarta – Ekspor kopi Indonesia diperkirakan akan mencapai angka yang mencengangkan, yaitu USD2,51 miliar atau sekitar Rp44,87 triliun pada tahun 2025. Lonjakan signifikan ini mencerminkan pertumbuhan volume ekspor yang mencapai 510.759 ton, dengan peningkatan sebesar 53,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan potensi besar dan daya saing Indonesia di pasar kopi global.
Peringkat Indonesia dalam Ekspor Kopi Global
Capaian luar biasa ini menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar kedelapan di dunia. Pada tahun 2025, Indonesia memiliki pangsa pasar global sebesar 3,50 persen, yang menunjukkan bahwa produk kopi Indonesia semakin diterima dan diminati di berbagai penjuru dunia.
Peningkatan Kinerja Ekspor Kopi
Kinerja ekspor kopi Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Dengan adanya Zona Kopi, Teh, dan Kakao (KoTeKa), diharapkan akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Zona ini dirancang sebagai platform business-to-business yang mampu menghubungkan produk-produk Indonesia dengan pasar internasional.
Strategi Pengelompokan Produk
Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, menjelaskan bahwa pengelompokan produk dalam zona tematik ini bertujuan untuk mempertemukan pembeli dengan penjual berdasarkan kebutuhan spesifik pasar. Dia berharap langkah ini dapat meningkatkan jumlah transaksi kopi, teh, dan kakao dalam pameran mendatang.
- Mempermudah pembeli internasional menemukan produk yang mereka cari.
- Meningkatkan efisiensi dalam pembahasan bisnis.
- Mempercepat proses kesepakatan bisnis.
- Menawarkan beragam pilihan produk yang inovatif.
- Memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha.
Fasilitasi Pelaku Usaha dalam Zona KoTeKa
Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi 20 pelaku usaha terpilih yang akan berpartisipasi di Zona KoTeKa. Paviliun Kopi dan Teh akan menempati area seluas 108 meter persegi, sedangkan Paviliun Kakao akan mencakup area seluas 54 meter persegi. Ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada pasar global.
Keberagaman Kopi Indonesia
Dalam sektor kopi, pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Lampung. Konsep yang diusung adalah “Coffee from Indonesia to the World”, yang bertujuan untuk memperkenalkan keragaman dan kualitas kopi Indonesia kepada dunia.
“Kopi Indonesia memiliki keunggulan dari segi keragaman asal, kualitas, serta karakteristik produk. Melalui TEI, kami berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha dalam memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra kopi Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Puntodewi.
Paviliun Teh dan Peluang Pasar
Paviliun Teh akan menampilkan empat peserta, termasuk PT Havelindo Vita Lestari, PT Bukit Sari, PT Arafa Arinaya Asia, dan PT Induk Prima Makmur. Menurut Puntodewi, teh Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya di segmen teh hijau dan teh specialty, yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan permintaan di pasar global.
Paviliun Kakao dan Produk Unggulan
Paviliun Kakao juga akan memperkenalkan produk dari hulu hingga hilir, termasuk cokelat artisan. Enam ekshibitor yang berpartisipasi di antaranya adalah PT Morinuka Alam Nusantara dan PT Nutri Choco Nusantara. Selain itu, PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan PT nDalem Value Creation Indonesia juga akan turut serta.
Tidak ketinggalan, dua peserta lainnya adalah CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, yang akan menampilkan inovasi dan produk berkualitas dari sektor kakao.
Kegiatan Interaktif di Zona KoTeKa
Zona KoTeKa juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperkuat interaksi antara pelaku usaha dan pembeli. Salah satunya adalah Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-18 yang akan berlangsung pada 14-15 Oktober 2026. Selain itu, seminar dan lokakarya mengenai kopi, teh, dan kakao juga akan diadakan untuk memberikan wawasan lebih dalam kepada para peserta dan pengunjung.
TEI 2026 sebagai Platform Global
Kehadiran Zona KoTeKa pada TEI 2026 semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai hub bisnis di sektor kopi, teh, dan kakao. Dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama dan memperluas jaringan di pasar global.
Peluang Ekspor Kakao
Di sisi lain, ekspor kakao Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mencapai USD3,50 miliar atau sekitar Rp62,56 triliun. Ini merupakan peningkatan sebesar 36,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa Indonesia juga berpotensi menjadi salah satu eksportir kakao terbesar, menempati posisi ketujuh dunia.
Dengan perkembangan yang positif ini, masa depan sektor kopi dan kakao Indonesia terlihat cerah. Inisiatif dan strategi yang diterapkan oleh pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
➡️ Baca Juga: Atlet Kickboxing Jatim Dilecehkan Pelatih, Erick Thohir: Kita Semua Terluka!
➡️ Baca Juga: Pariwisata Labuan Bajo Terus Berlangsung Aman, Tetap Waspada Saat Liburan