TNI AD Sukses Bangun 218 Jembatan dalam 2,5 Bulan untuk Pemulihan Akses Pascabencana di Berbagai Daerah

Merupakan prestasi yang luar biasa, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) baru-baru ini telah berhasil merampungkan proyek pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah dalam negeri. Proyek ini diselesaikan dalam waktu singkat yaitu hanya 2,5 bulan, dengan tujuan utama yaitu pemulihan akses transportasi yang terputus akibat bencana alam dan kondisi geografis yang sulit.
Pembangunan Jembatan di Wilayah Terdampak
Menurut Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), sebagian besar jembatan yang dibangun berada di daerah-daerah yang terkena dampak bencana. Proses pembangunan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan akses transportasi di daerah tersebut.
Rincian Pembangunan Jembatan
Brigjen TNI Donny Pramono memberikan keterangan lebih detail mengenai proyek ini. Dari total 218 jembatan, sekitar 80 persen berlokasi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Distribusi jenis jembatannya meliputi 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis atau jembatan gantung.
Pembangunan Jembatan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
Di Aceh, TNI AD berhasil membangun 88 jembatan yang terdiri atas 40 jembatan Bailey, 34 jembatan Armco, dan 14 jembatan perintis atau gantung. Sementara di Sumatera Utara, telah selesai dibangun 49 jembatan, yaitu 24 jembatan Bailey, 15 jembatan Armco, dan 10 jembatan perintis atau gantung. Di Sumatera Barat, TNI AD menyelesaikan pembangunan 24 jembatan, yakni 11 jembatan Bailey, 10 jembatan Armco, dan 3 jembatan perintis atau gantung.
Pembangunan Jembatan di Daerah Lainnya
Tak hanya di tiga provinsi tersebut, proyek pembangunan jembatan juga merambah ke berbagai daerah lain. Sebanyak 57 jembatan telah dibangun di antara lain di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Brigjen TNI Donny Pramono menekankan bahwa semua proyek ini adalah nyata dan dapat dicek langsung.
Latar Belakang dan Proses Pembangunan
Pembangunan jembatan ini dilatarbelakangi oleh bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember 2025. Bencana tersebut mengakibatkan banyak akses transportasi terputus, mempengaruhi mobilitas masyarakat.
Sejak awal, satuan Zeni TNI AD langsung bertindak cepat melakukan pemulihan dan pembangunan jembatan yang rusak. Tiga komando daerah militer (Kodam) yang terdampak, yaitu Kodam Iskandar Muda, Kodam I/Bukit Barisan, dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, terlibat langsung dalam proses ini. TNI AD juga mendatangkan tambahan personel dari berbagai satuan zeni di daerah lain mengingat luasnya dampak kerusakan.
“Banyak yang bertanya mengapa proses ini dapat selesai begitu cepat dalam waktu 2,5 bulan? Karena kita bekerja secara paralel. Jadi bukan selesai di satu tempat, baru pindah ke tempat lain,” jelas Donny. Ia menambahkan bahwa prajurit bekerja siang dan malam untuk mengejar target penyelesaian, memastikan akses transportasi masyarakat segera pulih dan aktivitas ekonomi di daerah terdampak kembali berjalan.
Harapan Pemulihan Ekonomi
Dengan selesainya pembangunan jembatan-jembatan ini, TNI AD berharap mobilitas masyarakat di wilayah yang sebelumnya terisolasi dapat kembali normal. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah serta mengembalikan aktivitas sosial dan perdagangan masyarakat.
Informasi lengkap mengenai pembangunan jembatan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono yang dirilis pada Kamis, 12 Maret 2026, di Mabesad, Jakarta Pusat. Pembangunan jembatan pascabencana ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras TNI AD dalam membantu pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana.
➡️ Baca Juga: Atlet Kickboxing Jatim Dilecehkan Pelatih, Erick Thohir: Kita Semua Terluka!
➡️ Baca Juga: Mengoptimalkan Masa Depan Inklusif: Rencana Strategis DBS Foundation untuk Membantu Komunitas Rentan