Pemkab Lombok Timur Tingkatkan Strategi Efektif untuk Menekan Angka Stunting

Pemkab Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tengah mengintensifkan upayanya dalam menekan angka stunting di wilayahnya dengan melaksanakan rapat koordinasi untuk program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Rapat ini bertujuan untuk membagi wilayah binaan secara efektif, sehingga dapat memperkuat langkah-langkah penurunan angka stunting menjelang tahun 2026.
Sinergi Lintas Sektor untuk Mengatasi Stunting
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat langkah-langkah dalam pencegahan dan penurunan angka stunting melalui kerjasama yang erat antara berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Moh Edwin Hadiwijaya, yang juga memimpin Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lombok Timur, dalam pertemuan yang berlangsung di Lombok Timur pada hari Selasa.
Penguatan Sistem Kerja TPPS
Dalam rapat tersebut, fokus utama adalah memperkuat sistem kerja TPPS, termasuk mekanisme pembagian wilayah binaan yang telah ditetapkan dalam surat keputusan (SK) Bupati Lombok Timur. Tujuan dari pembagian ini bukan hanya untuk membagi tugas administratif, tetapi juga untuk menetapkan penanggung jawab atau person in charge (PIC) dari setiap OPD dan pihak terkait di masing-masing wilayah.
- Memperjelas tanggung jawab setiap OPD.
- Meningkatkan efisiensi komunikasi antar OPD.
- Mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya kehadiran PIC dalam mempercepat alur komunikasi dan koordinasi antara OPD. Setiap OPD diharapkan menunjuk personel yang memahami perkembangan program di wilayah binaannya untuk memastikan informasi dan tindak lanjut dapat berjalan tanpa terputus, meskipun terjadi pergantian perwakilan dalam rapat maupun kegiatan.
Peningkatan Kapasitas Kader dan Dukungan Operasional
Peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan keterampilan teknis sangat diperlukan, terutama dalam aspek penyuluhan, pencatatan data, dan pemantauan secara berkelanjutan. Selain itu, dukungan operasional juga menjadi faktor penting dalam program ini, termasuk memastikan ketersediaan logistik, pemberian insentif, serta pelaksanaan koordinasi rutin di tingkat wilayah.
Intervensi Program Genting
Program Genting mengimplementasikan berbagai pendekatan untuk melakukan intervensi dalam penanganan stunting. Salah satu intervensi spesifik adalah pemberian bantuan nutrisi, yang mencakup makanan tambahan (PMT) dan bahan pangan mentah yang kaya protein hewani, yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di bawah dua tahun.
- Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil.
- Bahan pangan mentah kaya protein untuk anak di bawah dua tahun.
- Program penyuluhan untuk keluarga berisiko stunting.
Selain intervensi spesifik, pendekatan sensitif juga dilakukan, seperti perbaikan infrastruktur dasar. Hal ini mencakup program bedah rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, hingga pembangunan jembatan untuk mendukung mobilitas dan akses masyarakat.
Pendampingan dan Edukasi untuk Masyarakat
Dalam upaya mengatasi angka stunting, pendampingan dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, komunikasi psikologis, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Target Pemerintah Pusat
Sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat sekitar 14.106 keluarga yang berisiko stunting di Lombok Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.610 keluarga telah terintegrasi dalam program ini. Hal ini menunjukkan perlunya terus mengoptimalkan upaya untuk menurunkan angka stunting di daerah ini.
Kesimpulan: Langkah Proaktif untuk Masa Depan yang Lebih Sehat
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dicanangkan oleh Pemkab Lombok Timur, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Melalui sinergi antar OPD, peningkatan kapasitas kader, serta intervensi yang tepat, masa depan anak-anak di Lombok Timur akan lebih terjamin, dengan harapan terciptanya generasi yang sehat dan produktif.
➡️ Baca Juga: Ruben Amorim Mengakui Kesalahan di Man Utd dan Memulai Tantangan Baru di AC Milan
➡️ Baca Juga: IHSG Turun 24,5 Persen Tahun Ini, Pasar Domestik Tertekan oleh Ketidakpastian Global