ITS Gunakan Teknologi AI dan Metal Detector untuk Verifikasi Keaslian Peserta UTBK

Jakarta – Pada tahun 2026, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi tuan rumah untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dengan diikuti oleh sebanyak 12.585 peserta. Dalam upaya menjaga integritas ujian, ITS telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk mencegah potensi kecurangan. Rektor ITS, Bambang Pramujati, menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peserta, guna memastikan semua berjalan dengan adil dan transparan.
Implementasi Teknologi AI dan Metal Detector
Untuk memastikan keaslian peserta, ITS telah menerapkan teknologi canggih berupa sistem deteksi logam dan teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). “Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk menggunakan metal detector untuk setiap peserta, yang mencakup pemeriksaan terhadap jam tangan, kacamata, dan aksesori lainnya yang berpotensi digunakan untuk berkomunikasi,” ungkap Bambang Pramujati saat meninjau langsung proses pelaksanaan UTBK.
Proses verifikasi ini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga memanfaatkan teknologi AI untuk memastikan bahwa peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan pendaftaran ulang, adalah orang yang sama. Ini merupakan langkah inovatif yang tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan peserta terhadap proses ujian yang berlangsung.
Antusiasme Peserta dan Persiapan yang Matang
Bambang juga mencatat tingginya antusiasme peserta yang hadir jauh sebelum waktu ujian dimulai. Untuk mendukung mereka, kantin pusat ITS dibuka lebih awal, mulai pukul 05.30 WIB, agar peserta dan pendamping dapat menikmati sarapan sebelum ujian. Selain itu, ITS juga menyediakan ruang tunggu yang nyaman bagi peserta dan pendamping di area ujian, serta lima posko informasi UTBK yang siap membantu menjawab pertanyaan yang mungkin muncul.
Pemantauan Infrastruktur dan Jaringan
Untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar, Bambang Pramujati melakukan kunjungan ke Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) di Gedung Research Center ITS. Ia memeriksa kondisi server dan jaringan utama yang mendukung ujian ini. “Kami ingin memastikan sistem jaringan yang digunakan berfungsi dengan baik,” jelas Bambang.
Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS, Bagus Jati Santoso, menjelaskan bahwa jumlah server telah ditingkatkan dari dua menjadi tiga unit untuk memperlancar pengiriman jawaban ke pusat. “Kami juga memperkuat jaringan internet dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring selama pelaksanaan UTBK,” tambahnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan kendala teknis saat ujian berlangsung.
Jadwal dan Pelaksanaan UTBK
Pelaksanaan UTBK di ITS berlangsung dari tanggal 22 hingga 29 April 2026, kecuali pada tanggal 26 April, dengan dua sesi ujian setiap hari, kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi. Rata-rata, setiap sesi diikuti oleh sekitar 1.022 peserta. Pada sesi pertama di hari pertama pelaksanaan, terdapat 38 peserta yang tidak hadir, sementara 13 peserta lainnya tercatat melakukan pelanggaran administrasi, seperti tidak membawa ijazah SMA/SMK atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII dari sekolah.
Pengawasan yang Ketat
Rektor Bambang Pramujati bersama jajaran juga turun langsung untuk mengecek kesiapan lokasi ujian pada hari pertama pelaksanaan. Ia melakukan inspeksi di Gedung Tower 1 ITS yang menjadi salah satu titik pelaksanaan ujian. Menurutnya, kondisi ruangan sudah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan, dengan jumlah pengawas yang cukup untuk mengawasi jalannya ujian.
“Kami memastikan bahwa semua aspek pelaksanaan dan pengawasan sudah cukup baik. Hal ini sangat penting untuk menciptakan suasana ujian yang kondusif dan aman bagi seluruh peserta,” ungkapnya. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ITS berkomitmen untuk menjaga integritas pelaksanaan UTBK dan memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta.
Manfaat Teknologi dalam Pendidikan
Penerapan teknologi AI dan metal detector dalam UTBK di ITS adalah salah satu contoh nyata bagaimana teknologi dapat berperan dalam dunia pendidikan. Dengan inovasi ini, tidak hanya keamanan yang terjaga, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan semakin meningkat. Teknologi ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih adil.
- Keamanan peserta terjaga dengan teknologi canggih.
- Pemeriksaan menyeluruh untuk mencegah kecurangan.
- Penggunaan AI untuk verifikasi identitas peserta.
- Peningkatan fasilitas untuk kenyamanan peserta.
- Pemantauan jaringan dan server yang lebih baik.
Dengan langkah-langkah strategis ini, ITS tidak hanya berupaya untuk menekan angka kecurangan, tetapi juga berinvestasi dalam pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Semua ini menunjukkan bahwa integritas dalam pendidikan adalah prioritas utama yang harus dijaga.
Kesimpulan
Melalui penerapan teknologi AI dan metal detector, ITS menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan ujian yang aman dan adil. Langkah-langkah ini mencerminkan upaya institusi untuk tidak hanya menjaga integritas akademik, tetapi juga untuk mempersiapkan peserta menghadapi tantangan di dunia pendidikan yang semakin kompleks. Dengan demikian, ITS menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam menerapkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi semua pihak.
➡️ Baca Juga: Wamentan Sudaryono Temani Presiden Prabowo dalam Sidak Gudang Bulog Danurejo
➡️ Baca Juga: Harga Mobil Listrik Polytron G3 Terbaru Maret 2026: Mulai dari Rp329 Jutaan!