Keluarga Vidi Aldiano Ungkap Rasa Ikhlas Atas Kepergiannya

Kepergian Vidi Aldiano, penyanyi berbakat yang telah meramaikan industri musik Indonesia, telah meninggalkan duka yang mendalam. Namun, di balik kesedihan yang terasa, keluarga Vidi Aldiano telah menunjukkan ketegaran dan rasa ikhlas. Meski kehilangan orang yang mereka cintai, mereka berusaha untuk tetap kuat dan menerima kepergian Vidi Aldiano. Kekuatan ini diungkapkan oleh Dewi Gita, sahabat sekaligus rekan kerja Vidi dalam berbagai proyek musik, saat ia datang melayat ke rumah duka.
Keluarga Vidi Aldiano: Gambaran Ketegaran dan Ikhlas
Dewi Gita, bersama suaminya Armand Maulana, mengunjungi rumah duka Vidi Aldiano di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Vidi dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Dewi Gita menceritakan bagaimana keluarga Vidi Aldiano menunjukkan ketabahan saat menerima para pelayat yang datang.
“Alhamdulillah sih keluarga tadi semuanya tegar, ikhlas, terlihat tadi,” ujar Dewi Gita. Ini menunjukkan betapa kuatnya keluarga Vidi Aldiano dalam menghadapi cobaan ini. Meskipun duka mendalam, mereka tetap tegar dan menerima kepergian Vidi dengan rasa ikhlas.
Ketegaran Sheila Dara Aisha, Istri Vidi Aldiano
Armand Maulana, suami Dewi Gita, juga memberikan pujian kepada Sheila Dara Aisha, istri Vidi Aldiano. Ia memuji kekuatan Sheila dalam menghadapi kehilangan suaminya. “Kondisi Sheila Dara hebatlah ya. Tidak semua suami istri… seorang istri ditempatkan kepada seorang suami yang tepat. Ya itulah mungkin salah satu yang tepat diberikan sama Allah SWT,” kata Armand.
Kepergian Vidi Aldiano terjadi pada Sabtu sore, yang bertepatan dengan malam 17 Ramadan, sebuah momen yang diyakini berkaitan dengan peristiwa penting dalam Islam, yakni Nuzulul Quran. “Ya mungkin ini juga momen yang sangat istimewa buat Vidi,” ujar Armand. Menurut mereka, momen ini memberikan makna tersendiri bagi kepergian Vidi.
Kenangan Dewi Gita dan Vidi Aldiano
Dibalik kesedihan, Dewi Gita juga mengenang hubungan yang terjalin antara dia dan Vidi Aldiano. Mereka telah bekerja bersama dalam berbagai proyek, mulai dari drama musikal, program televisi, hingga kolaborasi di atas panggung. Salah satu kenangan yang paling membekas bagi Dewi adalah panggilan khas yang hanya diberikan Vidi kepadanya.
“Di angkatannya Vidi, kalau angkatan saya semua panggil saya ‘Nyai’. Tapi kalau di umur Vidi itu rata-rata ‘Teteh’. Cuma Vidi doang… dari jauh ‘Nyai!’ gitu teriak,” kenang Dewi. Meski merasa sangat kehilangan, Dewi berusaha menerima kepergian sahabatnya itu dengan lapang dada. Ia memahami bahwa selama ini Vidi telah berjuang melawan penyakitnya dalam waktu yang cukup lama. “Ya karena tahu Vidi selama itu dia menanggung sakitnya… kita sama sahabat mengikhlaskan,” ujar Dewi dengan suara lirih.
Vidi Aldiano: Musisi yang Peduli Industri Musik Indonesia
Armand Maulana juga mengenang sosok Vidi sebagai musisi yang tidak hanya aktif berkarya, tetapi juga peduli pada perkembangan industri musik Indonesia. Ia menyebut Vidi terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi yang bertujuan memperjuangkan kesejahteraan para pelaku musik. Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun dan rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang di industri musik Indonesia serta kenangan mendalam bagi para sahabat dan penggemarnya.
➡️ Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2026 dengan Mobil: Cara Menghindari Macet dan Menjamin Keamanan Perjalanan Anda
➡️ Baca Juga: Informasi Terbaru Waktu Buka Puasa 12 Maret 2026 di Wilayah Yogyakarta dan Sekitarnya