7 Pertandingan Tanpa Kemenangan Melawan Milan: Fakta Kutukan Derby bagi Inter Milan

Senin dini hari (9/3/2026) WIB, aroma kemenangan mulai menyeruak dari sisi merah San Siro akibat kemenangan tipis 1-0 AC Milan atas Inter Milan di Derby della Madonnina. Namun, di balik hasil tersebut, ada fakta pahit yang harus ditelan oleh Inter Milan. Saudara tua mereka, Inter Milan, telah mencatatkan tujuh pertandingan beruntun tanpa meraih kemenangan. Kekalahan ini bukan hanya berarti kehilangan tiga poin, tetapi juga semakin mengukuhkan “kutukan” yang tampaknya semakin nyata mengincar skuad Nerazzurri. Inter Milan gagal meraih kemenangan atas Milan dengan skor yang sama, 0-1, dalam dua pertemuan mereka pada musim 2025/2026. Sejak April 2024, Inter Milan belum pernah mengalahkan Rossoneri. Dalam tujuh pertandingan setelah kemenangan 2-1 dua tahun lalu, Inter Milan terpaksa menyerah lima kali dan hanya dua kali menahan imbang Milan di berbagai kompetisi.

Dominasi yang Menjadi Momok

Gol tunggal yang dicetak oleh Pervis Estupinan pada menit ke-35, hasil assist brilian Youssouf Fofana, menjadi pembeda di laga derby tersebut. Meski Inter Milan datang dengan status pemuncak klasemen sementara Serie A, mereka seolah kehilangan taji setiap kali berhadapan dengan taktik disiplin ala Massimiliano Allegri. Fakta lain menunjukkan, selain kalah dalam 7 pertemuan terakhir di semua kompetisi, Inter juga gagal mencetak gol dalam tiga pertemuan terakhir melawan Milan. Kutukan ini semakin terasa menyakitkan karena Inter gagal membongkar pertahanan rapat Rossoneri meski selalu mendominasi permainan atau penguasaan bola.

Meski berhasil memperpanjang rekor kemenangan di Derby, Massimiliano Allegri tetap bersikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bagian dari perjuangan mengamankan posisi di papan atas. “Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen. Jelas, mereka masih tim terkuat dan favorit utama (Scudetto),” kata Allegri. Ya, meski sukses menaklukkan Inter dan memenangi derby, Milan masih harus berjuang keras dan berharap keajaiban untuk bisa meraih scudetto musim ini.

Rafael Leao masih tertahan di posisi dua dengan koleksi 60 poin, terpaut tujuh angka dari Inter di posisi teratas dengan 10 pertandingan tersisa di kompetisi musim ini. Oleh karena itu, daripada memberikan target yang cukup berat kepada anak asuhnya, Allegri memilih untuk bersikap realistis. Baginya, saat ini penting bagi para pemainnya untuk fokus bagaimana caranya mengamankan tiket Liga Champions. Sebelum pertandingan lawan Inter, Allegri menyebut bahwa timnya hanya membutuhkan lima kemenangan di sisa musim ini untuk bisa kembali berlaga di Liga Champions musim depan. “Sangat penting untuk mendapatkan hasil hari ini demi mengamankan target utama kami: kembali ke Liga Champions,” lanjutnya. Milan saat ini menempati posisi dua klasemen dengan 60 poin. Mereka unggul.

➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Soroti Kasus Gratifikasi Batu Bara Kutai Kartanegara: Japto Soerjosoemarno Diperiksa

➡️ Baca Juga: Meningkatnya Tren Investasi Emas, Pengganti Pembelian Mobil di Kalangan Masyarakat

Exit mobile version